JABAR EKSPRES – Perhelatan akbar EXPO Komite MAN 2 Ciamis 2026 resmi ditutup akhir pekan lalu di Lapangan Upacara MAN 2 Ciamis. Setelah melalui lima hari kompetisi yang berlangsung sejak Senin (9/2), ajang bertajuk “Build Your Solidarity and Creativity” ini akhirnya mengukuhkan SMPN 2 Ciamis sebagai Juara Umum, setelah berhasil mengumpulkan poin tertinggi dari berbagai cabang lomba yang dipertandingkan.
Kepala MAN 2 Ciamis, Aris Mujiraharjo, didampingi Ketua Komite Madrasah M. Suyud, serta jajaran Kaur TU dan Wakil Kepala Madrasah, secara langsung menyerahkan Piala Bergilir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis kepada perwakilan SMPN 2 Ciamis. Prosesi penyerahan piala tersebut menjadi momen puncak yang dinantikan oleh seluruh peserta yang hadir.
Ketua Panitia Pelaksana, M. Suyud, dalam laporannya menyampaikan bahwa ajang tahunan ini berhasil melibatkan partisipasi luar biasa dari dunia pendidikan di wilayah Priangan Timur. Sebanyak 91 tim dari 65 satuan pendidikan tingkat MTs dan SMP turut serta meramaikan 13 cabang lomba seni dan olahraga yang digelar di lingkungan MAN 2 Ciamis dan GOR Kanari. Untuk menjamin kualitas penjurian, panitia menghadirkan 35 juri profesional yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
Baca Juga:Tim Merah Putih Jajal Air Terjun Es di ChinaBikin Bangga Sekolah dan Daerah, Siswa SMAN 2 Cimahi Ini Borong Prestasi di Ajang Surface
“Target kami bukan sekadar teknis perlombaan, melainkan bagaimana menciptakan ekosistem yang suportif bagi pelajar untuk berani tampil. Kehadiran 13 cabang lomba seni dan olahraga tahun ini menjadi bukti bahwa minat bakat siswa di Priangan Timur sangat luar biasa dan beragam,” ungkap Suyud.
Lebih lanjut, Suyud menekankan bahwa kesuksesan penyelenggaraan EXPO 2026 tidak lepas dari keterlibatan aktif siswa MAN 2 Ciamis, baik sebagai panitia maupun peserta pagelaran seni. Ia menilai, pelibatan siswa Kelas X, XI, dan XII dalam event sebesar ini merupakan modal berharga untuk pembentukan karakter. Menurutnya, siswa tidak hanya dituntut memberikan penampilan terbaik, tetapi juga belajar mengelola tekanan, memecahkan masalah secara real-time, dan memberikan pelayanan prima kepada tamu yang hadir.
“Pengalaman soft skill seperti ini tidak didapatkan di dalam kelas, dan ini adalah bekal berharga bagi mereka untuk terjun ke masyarakat atau dunia kerja nanti. Serta melalui perpaduan antara persiapan teknis pergelaran dan asah mental di lapangan, para siswa diharapkan memiliki kesiapan yang matang dalam menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.
