Masyarakat akan diberikan pemahaman tentang prinsip umum aturan minum obat, penyesuaian waktu konsumsi antara waktu sahur dan berbuka, serta contoh pengaturan jadwal minum obat yang aman dan efektif bagi penderita penyakit kronis.
Demonstrasi pembuatan olahan pegagan dan kunyit sebagai alternatif pengobatan hipertensi akan menjadi sesi praktik yang memungkinkan masyarakat langsung mempraktikkan di rumah masing-masing.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim KKN akan menyerahkan media edukasi berupa leaflet dan brosur yang berisi informasi lengkap tentang penyakit metabolik, pemanfaatan tanaman obat, panduan pengolahan herbal, serta tips minum obat saat puasa.
Baca Juga:Mahasiswa KKN UBK Melakukan Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Cibatu GarutMahasiswa KKN RPL D3 Farmasi UBK Tingkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Minum Obat Lansia Prolanis
Sesi tanya jawab dan diskusi interaktif akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkonsultasi langsung, sementara pembagian doorprize dan souvenir diharapkan dapat meningkatkan antusiasme dan partisipasi warga.
Target Luaran dan Indikator Keberhasilan Program
Program KKN ini dirancang untuk menghasilkan luaran yang terukur dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
Luaran pertama berupa media edukasi kesehatan cetak (leaflet/brosur) yang memuat informasi komprehensif tentang penyakit metabolik, faktor risiko, tanda dan gejala awal, serta panduan pemanfaatan pegagan dan kunyit sebagai terapi pendukung yang aman dan rasional.
Media ini akan dibagikan kepada seluruh peserta dan dititipkan kepada kader kesehatan sebagai bahan informasi lanjutan.
Luaran kedua adalah laporan kegiatan edukasi kesehatan yang mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan secara sistematis, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Laporan ini akan memuat deskripsi pelaksanaan, materi yang disampaikan, metode penyampaian, tingkat partisipasi masyarakat, serta respon dan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
Dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video akan menjadi luaran ketiga yang dapat digunakan sebagai media publikasi dan bahan laporan pertanggungjawaban.
Baca Juga:Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Bandung Gelar Sosialisasi Dampak Negatif Napza di SMPN 1 SukarajaPenasaran Seberapa Gelap Sisi Kepribadianmu? Link Tes Psikopat Viral Google Form Ini Sedang Ramai Dicoba
Luaran keempat yang tidak kalah penting adalah laporan evaluasi kegiatan yang berisi penilaian terhadap ketercapaian tujuan program, identifikasi kendala dan hambatan selama pelaksanaan, serta rekomendasi perbaikan dan pengembangan program edukasi kesehatan masyarakat pada kegiatan selanjutnya.
Seluruh luaran ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi pengambil kebijakan dan pihak terkait dalam merancang program serupa di masa mendatang.
