JABAR EKSPRES – Proyek pembangunan Masjid Raya Darussalam resmi memasuki tahap konstruksi setelah digelarnya prosesi peletakan batu pertama di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Ciamis, Jumat (13/2/2026) sore. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta ribuan alumni dan masyarakat umum.
Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Dr. KH. Fadili Yani Ainusyamsi, dalam sambutannya menyebut bahwa tradisi peletakan batu pertama merupakan sunnah yang diwariskan sejak Nabi Ibrahim AS hingga Nabi Muhammad SAW. Ia merujuk pada pembangunan Masjid Quba sebagai masjid pertama dalam sejarah Islam yang dibangun di atas dasar takwa.
“Hari ini, kita melanjutkan nilai-nilai luhur tersebut dalam pembangunan Masjid Raya Darussalam. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi ikhtiar bersama menghidupkan rumah Allah,” ujar Kiai Fadili di hadapan ratusan undangan.
Baca Juga:Bapanas Perketat Pengawasan Jelang HBKN 2026, Harga Pangan Mulai TurunKuota Impor Dipangkas Tajam, Industri Daging Khawatir Harga Kian Melonjak
Masjid Raya Darussalam direncanakan dibangun di atas lahan seluas 420 bata, dengan ukuran bangunan utama 40 x 40 meter dan ruang salat berukuran 36 x 28 meter. Proyek ini diperkirakan menelan biaya hingga Rp8,5 miliar yang bersumber dari wakaf dan donasi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan rumah ibadah merupakan investasi akhirat yang tidak akan merugi.
“Jika dikerjakan bersama, dengan niat ikhlas dan pengelolaan yang transparan, pembangunan ini Insyaallah cepat rampung,” tegasnya.
Sekda Andang juga mengingatkan bahwa fungsi masjid di era modern tidak boleh direduksi hanya sebagai tempat salat. Masjid harus menjadi pusat pendidikan keislaman bagi anak-anak, ruang diskusi umat, dan simpul pemecahan masalah sosial. Ia berharap Masjid Raya Darussalam mampu menjadi model peradaban baru yang berpusat pada nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pembangunan, H. Agung, menyampaikan laporan teknis terkait progres dan desain masjid.
Ia menjelaskan bahwa masjid nantinya tidak hanya difungsikan untuk ibadah mahdhah, tetapi juga akan dilengkapi fasilitas penunjang pendidikan Al-Qur’an dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Masjid ini adalah fondasi ukhuwah. Kami ingin anak-anak Ciamis tumbuh dekat dengan masjid, belajar akhlak dan ilmu di sini. Ini adalah cara kita mencetak generasi berakhlakul karimah,” ungkap H. Agung.
