Jabar Ekspres – Tangis haru pecah di rumah Rijaludin dan Farida Anggraeni di Sayati Hilir, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.
Penantian penuh kecemasan keluarga akhirnya berakhir setelah putra mereka, Ghilmi Fardan Basyir, pelajar kelas XII SMAN 1 Margahayu yang sempat meninggalkan rumah sejak Rabu (29/7/2026) dini hari, pulang dengan selamat pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Sebelumnya, kepergian Ghilmi membuat keluarga cemas. Remaja berusia 17 tahun itu meninggalkan rumah tanpa berpamitan secara langsung dan hanya meninggalkan sepucuk surat yang berisi pesan bahwa dirinya akan pergi sementara waktu serta meminta keluarganya tidak mencarinya.
Baca Juga:de Braga by ARTOTEL Hadirkan Pengalaman Menginap Berbeda di Jantung Kawasan Braga BandungKapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi Disambut Tradisi Pedang Pora dan Adat Sunda
Awalnya, keluarga menduga kepergian Ghilmi dipicu rasa kecewa setelah gagal meraih kemenangan dalam kejuaraan kick boxing tingkat profesional di Arcamanik. Pada pertandingan pertamanya itu, Ghilmi harus mengakui keunggulan lawan melalui kekalahan angka.
Namun setelah kembali ke rumah, Ghilmi mengungkapkan alasan sebenarnya. Ia mengaku pernah bernazar akan meninggalkan rumah selama satu tahun apabila kalah dalam pertandingan tersebut.
“Nazar itulah yang membuat dia nekat pergi dari rumah dan berjalan kaki dari Sayati menuju Padalarang,” ujar ibunda Ghilmi, Farida Anggraeni, saat dihubungi, Sabtu (1/8/2026).
Farida menuturkan, perjalanan itu justru menjadi momen perenungan bagi putranya. Selama berjalan kaki, Ghilmi bertemu sejumlah orang yang memberikan nasihat dan membujuknya agar mengurungkan niat serta kembali kepada kedua orang tuanya.
Momen yang paling membekas terjadi ketika Ghilmi singgah di sebuah musala untuk beristirahat sekaligus menunaikan salat. Seusai salat tahajud dan berdoa, Ghilmi mengaku teringat kepada ibunya hingga akhirnya memutuskan untuk pulang.
“Dia cerita setelah salat tahajud dan berdoa, dia seperti teringat saya. Ghilmi juga bilang sempat bermimpi bertemu saya yang memintanya untuk pulang. Dari situ dia memutuskan mengurungkan niatnya,” kata Farida.
Dalam perjalanan pulang, Ghilmi sempat meminta seorang pengemudi ojek online mengantarkannya ke Sukabumi. Namun, pengemudi tersebut justru mengajak Ghilmi kembali ke arah Bandung hingga akhirnya mengantarkannya ke sebuah minimarket yang tidak jauh dari rumah.
Baca Juga:Peringati hari Jadi ke-25, Partai Demokrat Gelar Lomba RakyatKrisis Air Bersih Kian Meluas, BPBD Tasikmalaya Catat 27.021 Warga Terdampak Kekeringan
“Awalnya Ghilmi minta diantar ke Sukabumi, tapi pengemudi ojek itu bilang, ‘hayu kita searah’. Akhirnya anak saya diantar sampai Indomaret dekat rumah. Di sana dia bertemu temannya, lalu temannya mengantar pulang. Mungkin pengemudi ojek itu sudah mengenali Ghilmi karena informasinya sedang ramai di media sosial,” ungkapnya.
