Jelang Ramadhan 2026, Pemerintah Gelontorkan Bantuan Rp11,92 Triliun untuk Jaga Daya Beli 

Jelang Ramadhan 2026, Pemerintah Gelontorkan Bantuan Rp11,92 Triliun untuk Jaga Daya Beli 
Ilustrasi pemerintah salurkan bantuan sebesar Rp11,92 triliun jelang Ramadhan 2026. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah menyiapkan paket stimulus besar menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 dengan total anggaran mencapai Rp11,92 triliun. Langkah ini ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat konsumsi domestik pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa bantuan pangan akan mulai disalurkan pada bulan Ramadhan atau sekitar Februari mendatang.

“Estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadhan atau Februari nanti,” kata Airlangga dikutip dari ANTARA, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga:Masih Hadapi Tantangan untuk Tembus Pasar Kanada, UMKM Indonesia Masih Butuh Pembinaan Simbol Kedaulatan Pangan Nasional, Bapanas Pastikan Kelancaran Proses Ekspor Beras Haji ke Arab Saudi

Program ini menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari kelompok desil 1 hingga desil 4, yakni masyarakat berpendapatan rendah hingga menengah bawah.

Bantuan pangan yang disalurkan berupa 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng selama 2 bulan.

“Pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelancaran logistic untuk penyaluran bantuan pangan,” kata Airlangga.

Tidak hanya bantuan pangan, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan insentif ekonomi berupa diskon tarif transportasi pada periode libur Hari Besar Nasional (HBN) Idul Fitri 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp911,16 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN.

Adapun untuk moda kereta api, pemerintah memberikan diskon tarif senilai 30 persen dari harga tiket yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI.

Diskon tersebut berlaku untuk perjalanan periode 14 sampai 29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang.

Lalu, untuk moda transportasi Angkatan laut diskon yang diberikan sebesar 30 persen dari tarif dasar tiket oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, yang berlaku untuk periode 11 Maret hingga 5 April dengan target 445 ribu penumpang.

Baca Juga:BPDP Dorong UMKM Perkebunan Berbasis Ekonomi Hijau Tembus Pasar GlobalUMKM Indonesia Kian Percaya Diri Tembus Pasar Global Lewat Program BISA Ekspor

Adapun untuk tiket angkutan penyeberangan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), diskon tarif berlaku sebesar 100 persen untuk komponen jasa kepelabuhan. Diskon berlaku pada periode 12 sampai 31 Maret dengan target 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Sedangkan untuk angkutan udara, pemerintah menyiapkan diskon tarif sebesar 17 persen hingga 18 persen untuk kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri sepanjang periode 14 sampai 29 Maret 2026. Diskon tersebut ditargetkan menyasar 3,3 juta penumpang.

0 Komentar