Rubah Pola Pikir Kaum Pra Sejahtera, BP Taskin Gandeng PWNU Jabar

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat di PWNU Jabar. (son)
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat di PWNU Jabar. (son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyambangi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Selasa (29/9).

Dalam kunjungan tersebut, Budiman menggandeng kalangan kiai dan warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat prasejahtera, khususnya dari kebiasaan lama masyarakat agraris menuju pola pikir yang lebih adaptif dan berani berwirausaha.

Perubahan tersebut dinilai penting sebagai salah satu upaya mempercepat pengentasan kemiskinan masyarakat.

Baca Juga:Tanpa Inez di Championship, Penabur Cirebon Temukan Senjata Baru Jelang Final DBL West JavaSempat Terancam Comeback, Fivers Singkirkan Trimulia dan Tembus Final DBL West Java

Budiman Sudjatmiko menuturkan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya mengandalkan program bantuan langsung, seperti bantuan tunai maupun bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Tapi merombak sistem ekonomi. Dari tadi masyarakat hanya sekadar menengadahkan tangan, menjadi masyarakat yang berani menggerakkan tangannya untuk memproduksi sesuatu,” terangnya.

Budiman melanjutkan, saat ini masyarakat Indonesia belum banyak yang beralih ke pola kewirausahaan. Sebagian masih bertumpu pada konsep agraris, yakni mengandalkan alam dan mengolah hasilnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Budiman sengaja menggandeng Nahdlatul Ulama (NU), salah satunya melalui PWNU Jawa Barat. Menurutnya, NU memiliki jumlah jamaah yang besar di Tanah Air, termasuk di Jawa Barat. Karena itu, perubahan pola pikir tersebut dapat dimulai dari komunitas NU.

“Kami ingin mengubah dari tradisi sekadar mengandalkan kesuburan alam dan otot menjadi kemampuan otot yang terampil dan juga otak yang bisa menangkap peluang ekonomi, menangkap peluang bisnis,” cetusnya.

Budiman mencontohkan, salah satu bentuk konkret program tersebut adalah mendorong pertumbuhan Badan Usaha Milik NU (BUMNU). Lembaga tersebut dinilai dapat menjadi wadah bagi NU untuk membangun ekosistem kewirausahaan.

Masyarakat atau warga NU dapat memulai usaha sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Misalnya, memproduksi perlengkapan mandi, mengembangkan usaha kuliner, hingga mengolah dan memasarkan produk-produk pertanian.

Baca Juga:Gagal di Final Sebelumnya, GPS Bandung Bawa Misi Revans Lawan Penabur CirebonSempat Terancam Comeback, Fivers Singkirkan Trimulia dan Tembus Final DBL West Java

Selanjutnya, BP Taskin juga akan berkolaborasi dengan kementerian terkait untuk mendukung sektor-sektor ekonomi yang dibangun. Misalnya, Kementerian Pertanian untuk usaha di bidang pertanian serta kementerian yang membidangi industri untuk mendukung pemasaran produk hingga menjangkau pasar ekspor.

Menurut Budiman, NU juga memiliki ceruk pasar yang luas untuk mendukung perputaran produk yang dihasilkan. Hal itu didukung oleh jumlah jamaah NU yang besar di Tanah Air.

0 Komentar