BPDP Dorong UMKM Perkebunan Berbasis Ekonomi Hijau Tembus Pasar Global

BPDP Dorong UMKM Perkebunan Berbasis Ekonomi Hijau Tembus Pasar Global
Ilustrasi kakao sebagai bahan dasar cokelat merupakan UMKM perkebunan. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perkebunan sebagai motor penggerak ekonomi hijau melalui pengembangan produk turunan kelapa sawit, kelapa, dan kakao yang bernilai tambah dan ramah lingkungan.

Melalui program hilirisasi dan pelatihan kewirausahaan, BPDP tidak hanya membuka akses pasar bagi UMKM, tetapi juga mendorong transformasi limbah perkebunan menjadi produk kreatif berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya membangun citra positif sektor perkebunan di mata masyarakat.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, mengatakan bahwa fokus utama program pemberdayaan BPDP adalah meningkatkan nilai jual produk UMKM sekaligus mendorong kemandirian pelaku usaha.

Baca Juga:UMKM Indonesia Kian Percaya Diri Tembus Pasar Global Lewat Program BISA EksporKementan Siaga Jelang Ramadhan, Jaga Kesehatan Ternak Demi Pasokan Pangan Aman

“BPDP juga menargetkan peningkatan nilai penjualan produk UMKM perkebunan. Tujuannya, UMKM perkebunan bisa lebih mandiri dan nilai jual masing-masing produk semakin tinggi,” kata Helmi dikutip dari ANTARA, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi produk ramah lingkungan menjadi stumulus dari beragam kerajinan dan produk UMKM berbasis limbah komoditas perkebunan ramah lingkungan yang sudah berhasil di produksi pelaku UMKM.

Adapun upaya untuk mempromosikan produk-produk UMKM perkebunan yang ramah lingkungan, tidak hanya dilakukan secara mandiri oleh pelaku UMKM, melainkan didukung juga secara massif melalui program promosi BPDP.

Ia menyebut, salah satu wujudnya yakni melalui partisipasi dalam kegiatan INACRAFT ke-26, “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft” pada 4 – 8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Dalam kegiatan tersebut, BPDP memfasilitasi UMKM binaan yang bergerak di industri kreatif berbasis turunan kelapa sawit, yaitu Cambiacraft Indonesia, menonjolkan produk kriya berbahan lidi sawit seperti sandal, lampu hias, hingga alat music dan lukisan dekoratif dari produk samping komoditas perkebunan yang ramah lingkungan.

Selain itu, partisipasi BPDP dalam kegiatan INACRAFT untuk mempromosikan kebaikan dari komoditas perkebunan yang meliputi tiga produk yaitu kelapa sawit, kelapa, dan kakao.

“Dengan pengembangan UMKM ini, masyarakat dapat menikmati hasil produknya secara langsung,” ujarnya.

Baca Juga:Di Tengah Tantangan Global, Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Indonesia di 2025Bangkitkan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Anggaran 6 Miliar Dollar untuk Industri Padat Karya 

Helmi mengatakan, pemberdayaan juga bisa berfokus pada pengrajin perempuan di sektor perkebunan seperti kegiatan membatik yang dilakukan oleh perempuan untuk mendorong inovasi produk kriya yang estetik dan berkelanjutan.

0 Komentar