Masih Hadapi Tantangan untuk Tembus Pasar Kanada, UMKM Indonesia Masih Butuh Pembinaan 

Masih Hadapi Tantangan untuk Tembus Pasar Kanada, UMKM Indonesia Masih Butuh Pembinaan 
Ilustrasi UMKM Indonesia. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Devi Erna Rachmawati mengatakan bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia masih menghadapi tantangan untuk menembus pasar Kanada.

“Yang menjadi tantangan paling krusial bagi UMKM Indonesia untuk tembus pasar Kanada, of course, masalah regulasi,” kata Devi dikutip dari ANTARA, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, pelaku UMKM Indonesia masih membutuhkan pembinaan berkelanjutan untuk memenuhi persyaratan regulasi dan izin edar produk di pasar Kanada.

Baca Juga:Simbol Kedaulatan Pangan Nasional, Bapanas Pastikan Kelancaran Proses Ekspor Beras Haji ke Arab SaudiBPDP Dorong UMKM Perkebunan Berbasis Ekonomi Hijau Tembus Pasar Global

Ia juga mengatakan, Kadin membantu membina UMKM untuk menembus pasar Kanada untuk mengoptimalkan pemanfaatan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).

Untuk menarik para investor, Kadin Indonesia mengadakan acara pertemuan bisnis antara pengusaha Kanada dan pengusaha Indonesia dan mempromosikan produk-produk Indonesia melalui pameran.

CIA 2026 mempertemukan lebih dari 550 investor, pemimpin pemikiran, dan pembuat kebijakan untuk membahas lanskap ekonomi Indo-Pasifik serta peluang kolaborasi dalam hubungan Kanada dengan Asia.

Forum tersebut, di antaranya membahas diversifikasi ekonomi dan inovasi serta tantangan global dalam rantai pasok, ketahanan pangan, inovasi teknologi, dan investasi.

Sementara, perwakilan Indonesia yang menghadiri CIAC 2026 di antaranya Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko B. Witjaksono dan CEO Otoritas Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah.

Devi mengatakan, investor Kanada berminat menanamkan modal dalam hilirisasi pertanian di Indonesia. Hal tersebut, sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

0 Komentar