JABAR EKSPRES – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan atau Kopdes Merah Putih dinilai menjadi solusi alternatif tempat kerja baru bagi generasi Z dan milenial.
Hal itu disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam Forum Bisnis Daerah BPD HIPMI DIY di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu.
“Kami akan menjadikan koperasi ini pilihan alternatif tempat mereka bekerja, juga menjadi tempat mengembangkan produk,” ujarnya, dikutip Senin (9/2/2026).
Baca Juga:Ekonom Nilai Pemerintah Perlu Sediakan Lapangan Kerja Berkualitas, Kunci Pertumbuhan Ekonomi?Kopdes Merah Putih Diklaim Solusi Keterbatasan Lapangan Kerja, Padahal Pengurus Bingung Tentukan Arah Usaha?
Kemudian, Ferry menyampaikan bahwa pihaknya dalam hal ini Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIY dalam pelaksanaannya.
Kolaborasi tersebut, lanjut dia, dilakukan untuk mengkurasi, menginkubasi, hingga membiayai produk-produk UMKM dan brand lokal agar dapat dipasarkan melalui Kopdes Merah Putih.
“Kami berharap koperasi ini bisa lebih keren, lebih kekinian, dan lebih nyambung dengan generasi muda,” kata Ferry.
Untuk itu, kata dia, pihaknya mendorong generasi muda khususnya Gen Z dan milenial yang saat ini merupakan pelaku UMKM dan pemilik brand lokal untuk bergabung dengan ekosistem koperasi tersebut.
Menkop menyakini bahwa, membantu menjual produk di koperasi desa merupakan kontribusi pemerintah sebagai penyedia ruang yang mendukung generasi muda menjadi enterpreneur.
Dengan begitu, kata dia, Kopdes Merah Putih yang merupakan salah satu program prioritas Presiden itu memiliki potensi besar menyerap tenaga kerja.
Dengan target pembentukan 80 ribu Kopdes di seluruh Indonesia, setiap koperasi diproyeksikan membutuhkan pengelola dan manajer, sehingga membuka peluang kerja bagi ratusan ribu hingga jutaan orang.
Baca Juga:OJK Yakin "Free Float" 15 Persen Tak Pengaruhi Peminat IPO, Benarkah?Pengurus Kopdes Merah Putih Masih Bingung Tentukan Arah Usaha, Kesiapan Program Belum Matang?
“Ini artinya kita bisa membantu pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan, yang sekarang sangat dibutuhkan oleh kalangan Gen Z dan milenial,” ujarnya.
Ferry menambahkan pengembangan koperasi desa dan kelurahan ke depan akan dilakukan secara desentralisasi dengan mengeksplorasi potensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga perdagangan.
Produk-produk UMKM lokal, kata dia, akan dikurasi, kemudian dipasarkan melalui koperasi desa dan kelurahan dengan melibatkan generasi muda.
“Kita pakai influencer-influencer lokal. Pokoknya kita pakai anak muda semua,” ucap Menkop.
