Sekolah Lansia Cimahi Terkendala Anggaran dan SDM, Baru Empat dari 15 Kelurahan

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira saat Bersama Peserta Siswa Sekolah Lansia di Cimahi (Monk)
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira saat Bersama Peserta Siswa Sekolah Lansia di Cimahi (Monk)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya Pemerintah Kota Cimahi dalam memperluas akses pendidikan sepanjang hayat bagi warga lanjut usia (lansia) masih menghadapi sejumlah kendala struktural. Keterbatasan jumlah sekolah lansia, minimnya sumber daya manusia (SDM), hingga nihilnya anggaran pembentukan sekolah baru pada tahun ini menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di kota tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kota Cimahi, Mia Nursanty mengungkapkan bahwa saat ini Cimahi baru memiliki empat sekolah lansia dari total 15 kelurahan yang ada.

Kondisi tersebut dinilai jauh dari ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan dan sebaran populasi lansia di wilayah perkotaan.

Baca Juga:Jumlah Bodypack Melebihi Daftar Pencarian, SAR Temukan Tujuh Korban di Hari ke-10Masuki 2026, De Braga by ARTOTEL Perkuat Konsep Hospitality Berkelanjutan dan Ramah Keluarga

“Tantangan terbesarnya karena masih sedikit sekolah lansia yang ada di Cimahi. Kita punya 15 kelurahan, idealnya setiap kelurahan memiliki sekolah lansia, tapi saat ini baru empat,” kata Mia pada Jabar Ekspres, Selasa (3/2/26).

Selain keterbatasan jumlah, persoalan anggaran juga menjadi hambatan signifikan. Mia menyebutkan bahwa pada tahun ini tidak tersedia alokasi dana untuk pembentukan sekolah lansia baru, termasuk untuk kegiatan awal seperti peluncuran program.

“Tahun ini sama sekali tidak ada anggaran untuk pembentukan sekolah lansia baru. Padahal pembentukan sekolah lansia itu butuh biaya, dari launching sampai operasional awal. Itu yang menjadi tantangan utama,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, DP3AP2KB Cimahi merancang sejumlah strategi untuk memperluas jangkauan program sekolah lansia. Salah satunya dengan mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam proses pemberdayaan lansia.

Menurut Mia, materi pembelajaran di sekolah lansia selama ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan kebugaran.

Ia mencontohkan kegiatan yang melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas, mulai dari edukasi kesehatan jantung hingga latihan peregangan (stretching).

“Materi-materi ini sebenarnya bisa melibatkan peran keluarga yang memiliki lansia, supaya pembelajaran tidak berhenti di sekolah saja,” jelasnya.

Baca Juga:SDN 035 Soka dan SDN 036 Ujungberung jadi Juara di MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 – 2026English 1 Resmi Membuka Center Baru di Bandung Summarecon

Strategi lain yang tengah didorong adalah kerja sama dengan organisasi serta komunitas lokal untuk menopang keberlangsungan program, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak langsung pada sektor sosial.

0 Komentar