Jumlah Bodypack Melebihi Daftar Pencarian, SAR Temukan Tujuh Korban di Hari ke-10

Tim SAR gabungan menurunkan salah satu korban tanah longsor dari mobil ambulan di Pos DVI Polda Jabar, Kabupat
Tim SAR gabungan menurunkan salah satu korban tanah longsor dari mobil ambulan di Pos DVI Polda Jabar, Kabupaten Bandung Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tim SAR Gabungan kembali menemukan tujuh bodypack korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada hari ke-10 operasi pencarian.

Dengan temuan tersebut, hingga pukul 17.00 WIB total bodypack yang berhasil dievakuasi mencapai 83 bodypack.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyebut jumlah ini melebihi data awal 80 orang dalam daftar pencarian. Namun demikian, hasil identifikasi menunjukkan terdapat bodypack yang berasal dari satu individu yang sama.

Baca Juga:Masuki 2026, De Braga by ARTOTEL Perkuat Konsep Hospitality Berkelanjutan dan Ramah KeluargaSDN 035 Soka dan SDN 036 Ujungberung jadi Juara di MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025 – 2026

“Hasil operasi hari ini menunjukkan tim SAR gabungan berhasil menemukan tujuh bodypack, masing-masing satu bodypack di worksite A2, satu bodypack di A3, dan lima bodypack di B2. Seluruh worksite aktif dan memberikan hasil pencarian,” ujar Ade Dian Permana di Posko Penanganan Bencana Longsor Pasirlangu, Senin (2/2/2026).

Ade menjelaskan, hingga 2 Februari 2026 pukul 16.20 WIB, tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan identifikasi terhadap 63 bodypack. Dari jumlah tersebut, 61 korban berhasil teridentifikasi, sementara 20 bodypack masih dalam proses identifikasi lanjutan.

“Dari 61 korban yang telah teridentifikasi, sebanyak 45 korban sesuai dengan daftar pencarian. Dua korban teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar pencarian, yakni atas nama Keyla dan Albiansyah, yang diduga merupakan tamu saat kejadian. Selain itu, terdapat 14 korban lain yang sudah teridentifikasi namun tidak masuk dalam data awal 80 korban yang dilaporkan hilang,” jelasnya.

Ia menambahkan, data awal 80 orang dalam daftar pencarian tersebut diperoleh dari laporan warga dan data kependudukan. Namun, hasil identifikasi di lapangan menunjukkan adanya perbedaan antara data awal dan kondisi faktual.

“Dari total 63 korban yang telah diidentifikasi, terdapat 45 korban sesuai daftar, 14 korban yang tidak tercantum dalam data awal, serta dua warga luar yang saat kejadian diketahui sedang menginap di rumah saudaranya,” tambah Ade.

Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, hingga kini masih terdapat 35 korban yang belum dapat dipastikan identitasnya, termasuk 20 korban masih dalam bentuk bodypack.

Seiring perkembangan itu, Search Mission Coordinator (SMC) telah berkoordinasi dengan Incident Commander (IC) dan tim DVI. Hasil koordinasi menyepakati bahwa operasi pencarian akan tetap dilanjutkan hingga masa tanggap darurat berakhir.

0 Komentar