JABAR EKSPRES – Rencana pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) koridor Cicaheum–Stasiun Cimahi pada 2027 masih menghadapi tantangan mendasar. Hingga kini, pembangunan halte dan shelter di wilayah Kota Cimahi masih berada pada tahap pengajuan dan penyelesaian perizinan.
Padahal, kehadiran BRT dinilai krusial untuk memperkuat sistem transportasi massal di kawasan Bandung Raya yang kian padat.
Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Anton menjelaskan peran Pemerintah Kota Cimahi dalam proyek ini terbatas pada penyediaan sarana pendukung berupa halte dan shelter.
Baca Juga:Dishub Cimahi Siapkan Integrasi Angkot dan BRT, Uji Coba Trayek Dimulai 2026Lewat Rekayasa Lalin dan Teknologi AI, Dishub Bandung Antisipasi Dampak Macet Proyek BRT
Sementara itu, jalur BRT sendiri hanya melintas di satu koridor utama dan tidak masuk ke wilayah pelosok kota.
“Untuk Cimahi, BRT hanya satu koridor sebagai lintasan. Koridor itu direncanakan beroperasi pada 2027, dari Cicaheum hingga titik akhir di Stasiun Cimahi,” kata Anton pada Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, lintasan BRT mayoritas berada di jalan nasional dan jalan provinsi, sehingga tidak menjangkau kawasan permukiman di bagian selatan maupun utara Cimahi.
“Koridor ini tidak masuk ke pelosok. Misalnya ke wilayah selatan seperti Lewigajah, atau ke utara seperti kawasan Cibeureum dan Jalan Cibeureum, itu tidak dilalui BRT,” ujar Anton.
Kondisi tersebut membuat keberadaan angkutan umum eksisting, khususnya angkot, tetap menjadi elemen penting dalam sistem transportasi kota.
Dishub Cimahi merancang agar angkot lokal dan angkutan perbatasan diarahkan sebagai pengumpan (feeder) yang menghubungkan kawasan permukiman dengan halte BRT.
“Masyarakat nantinya bisa menggunakan angkot yang sudah ada, kemudian bertemu BRT di shelter yang disiapkan. Dari situ baru mereka melanjutkan perjalanan menggunakan BRT, begitu juga sebaliknya,” jelas Anton.
Baca Juga:BRT Bandung Raya Disorot, Nasib Angkot dan Sopir Jadi Perhatian Utama40 Persen PKL Cicadas Tolak Relokasi Proyek BRT Bandung
Ia menambahkan, karena program BRT bukan hal baru dan telah berjalan di beberapa koridor lain termasuk Koridor 07 Alun-alun Padalarang. Dishub Cimahi akan memfokuskan sosialisasi pada koridor Cicaheum–Stasiun Cimahi, mengingat ujung lintasannya berada di wilayah Cimahi.
“Koridor ini bisa dibilang koridor utama, karena Cimahi menjadi end terminalnya. Maka kami sudah melakukan kajian untuk menyiapkan angkutan umum lokal agar bisa difungsikan sebagai feeder BRT,” ujarnya.
