“Wisuda dilakukan oleh BKKBN Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat. Tahun kemarin, yang diwisuda dari Cimahi baru dua sekolah lansia, yakni Dahlia Mekar Pasir Kaliki dan Stikes Budi Luhur,” ungkapnya.
Untuk Dahlia Mekar, jumlah wisudawan pada 2024 tercatat 28 orang, sementara pada 2025 bertambah menjadi 30 orang. Adapun dari Stikes Budi Luhur, jumlah pesertanya lebih banyak, meski data pastinya masih dalam pendataan.
Sementara dua sekolah lansia lainnya, yakni KTM Ceria Cimahi Utara dan Mawar Merah Indah Cigugur, masih berada di tahap dasar dan belum mengikuti wisuda tingkat provinsi.
Baca Juga:Cimahi Perkuat Lansia dengan Selantang, Program Edukasi Sepanjang HayatPemkot Cimahi Dorong Pendidikan Sepanjang Hayat Lewat Program Sekolah Lansia
Fitriani menilai, respons lansia dan keluarga terhadap program ini sangat positif. Selain meningkatkan kebahagiaan dan semangat hidup, aktivitas rutin yang dijalani juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental peserta.
“Keluarga merasa sangat terbantu. Lansia jadi lebih ceria, bahagia, bisa bersilaturahmi, dan semangatnya meningkat. Secara tidak langsung mereka juga lebih sehat karena kesehatannya rutin dicek. Ada senam bersama, pengajian, jadi spiritualnya juga terjaga,” tuturnya.
Di tengah meningkatnya jumlah lansia dan tantangan ekonomi keluarga, model pemberdayaan seperti ini dinilai penting.
Selain menjaga kualitas hidup lansia, program tersebut membuka peluang agar kelompok usia lanjut tetap produktif dan terlibat dalam roda ekonomi, meski dari skala paling sederhana di lingkungan terdekat.
Terkait pembiayaan, Fitriani menegaskan bahwa sekolah lansia yang difasilitasi pemerintah pada prinsipnya gratis. Adapun kontribusi dari peserta bersifat sukarela untuk kebutuhan operasional di tingkat komunitas.
“Tidak dipatok biaya. Paling ada kencleng untuk kebutuhan bersama, seperti di Posyandu. Itu bukan kewajiban. Untuk Budi Luhur juga gratis,” katanya menutup. (Mong)
