JABAR EKSPRES – Peningkatan usia harapan hidup di Indonesia membawa konsekuensi serius bagi struktur kependudukan. Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) terus bertambah, sementara tantangan kemandirian, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial lansia kian mendesak untuk dijawab.
Di Kota Cimahi, isu ini direspons melalui program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan dijalankan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi, Fitriani Manan menjelaskan bahwa keberadaan OPD Keluarga Berencana di bawah BKKBN memiliki mandat utama untuk mewujudkan keluarga berkualitas, termasuk di dalamnya kelompok lansia.
Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan
“Tujuan utamanya adalah bagaimana mewujudkan keluarga yang berkualitas. Karena usia harapan hidup di Indonesia meningkat, jumlah lansia juga bertambah. Tantangannya, jangan sampai usia di atas 60 tahun ini justru membuat angka ketergantungan menjadi tinggi,” kata Fitriani pada Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Senin (2/2/26).
Menurutnya, peningkatan jumlah lansia harus diiringi dengan upaya menjaga kualitas hidup agar mereka tetap mandiri dan tidak menjadi kelompok rentan. Karena itu, BKKBN mendorong konsep lansia berkualitas dengan prinsip SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif.
“Bagaimana caranya supaya lansia usia 60 tahun ke atas ini menjadi lansia yang berkualitas. Prinsipnya itu SMART, sehat, mandiri, aktif, dan produktif,” imbuhnya.
Sebagai implementasi konkret, BKKBN meluncurkan program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), sebuah pendidikan nonformal yang dirancang untuk mendampingi lansia sepanjang hayat.
“Sekolah Lansia Tangguh ini pendidikan nonformal yang memang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Sekolah itu tidak hanya formal, tapi sepanjang hayat, sepanjang waktu, supaya lansia itu berkualitas,” jelas Fitriani.
Ia menambahkan, program ini berfokus pada tujuh dimensi lansia tangguh, yang mencakup aspek kesehatan fisik, mental, dan sosial. Pendekatan ini dinilai penting untuk mencegah penurunan fungsi, keterasingan sosial, hingga risiko demensia.
Terkait sasaran program, Fitriani menegaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh di Cimahi saat ini diprioritaskan bagi lansia yang masih berada dalam lingkungan keluarga. Adapun lansia tanpa keluarga umumnya berada di bawah penanganan Dinas Sosial.
