Lewat Sekolah Lansia, Cimahi Dorong Kemandirian Ekonomi dari Keterampilan hingga Perputaran

Lewat Sekolah Lansia, Cimahi Dorong Kemandirian Ekonomi dari Keterampilan hingga Perputaran
Wisuda Sekolah Lansia Se-Jawa Barat ke 8 (Dok: DP3AP2KB Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya meningkatkan kesejahteraan lansia di Kota Cimahi tidak lagi semata berfokus pada aspek kesehatan, tetapi mulai diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi.

Melalui program sekolah lansia yang digagas lintas sektor, para peserta didorong tetap produktif, memiliki aktivitas bernilai ekonomi, sekaligus berkontribusi pada perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi, Fitriani Manan menjelaskan bahwa salah satu fokus pembelajaran bagi lansia adalah keterampilan sederhana yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Baca Juga:Cimahi Perkuat Lansia dengan Selantang, Program Edukasi Sepanjang HayatPemkot Cimahi Dorong Pendidikan Sepanjang Hayat Lewat Program Sekolah Lansia

“Untuk kemandirian ekonomi, mereka diajarkan keterampilan. Misalnya membuat syal dengan teknik ecoprint, shibori, atau jumputan, sesuai kemampuan masing-masing. Produk-produk itu biasanya kami ikutkan saat ada kunjungan ke kelurahan untuk ditampilkan. Siapa tahu bisa dijual dan dipasarkan,” kata Fitriani pada Jabar Ekspres, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, aktivitas tersebut bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi, meskipun skalanya masih terbatas dan disesuaikan dengan minat serta kemampuan lansia.

“Harapannya memang ke arah sana, ada perputaran ekonomi. Tapi tentu sesuai kemampuan mereka dan minat yang dimiliki,” ujarnya.

Program sekolah lansia di Cimahi juga dijalankan melalui koordinasi lintas sektor. Fitriani menyebut, pihaknya bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK, khususnya Pokja 1, serta berbagai elemen di masyarakat seperti Posbindu, penyuluh keluarga berencana, hingga Puskesmas.

“Untuk Bina Keluarga Lansia, kami bekerja dengan penyuluh KB di lapangan dan Puskesmas, termasuk untuk cek kesehatan gratis,” jelasnya.

Saat ini, terdapat empat sekolah lansia yang berjalan di Kota Cimahi. Masing-masing memiliki jenjang pembelajaran yang terbagi dalam tingkat dasar, menengah, hingga praktik. Sistem ini menyerupai jenjang S1, S2, dan S3.

“Di tingkat dasar atau S1, lansia dibekali pengetahuan dasar tentang kesehatan dan bagaimana hidup mandiri. S2 itu lanjutan. S3 sudah praktik, mereka bisa memberi teladan dan menjadi Duta Lansia,” kata Fitriani.

Baca Juga:300 Lansia di Bogor Diwisuda, Pemkab Dorong Lansia SMART dan Tetap ProduktifRefleksi Akhir Tahun, Bupati Bogor Beri Santunan kepada 1.200 Anak Yatim dan Lansia

Ia menambahkan, proses pendidikan lansia tidak singkat. Para peserta harus mengikuti rangkaian pembelajaran selama 20 bulan, mulai dari materi kesehatan, psikologi, spiritual, hingga kewirausahaan. Materi kewirausahaan inilah yang diarahkan untuk mendukung ekonomi keluarga.

0 Komentar