Kemacetan Gatot Subroto Cimahi Segera Berakhir, Underpass Rp100 Miliar Mulai Dibangun Maret 2026

Gambaran Underpass Gatot Subroto Cimahi (Dok: Humas Cimahi)
Gambaran Underpass Gatot Subroto Cimahi (Dok: Humas Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Proyek pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, dipastikan mulai dikerjakan pada awal Maret 2026. Infrastruktur strategis milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini digelontorkan dengan anggaran sekitar Rp100 miliar dan ditargetkan tuntas pada Desember 2026.

Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana menyebut pelaksanaan proyek diharapkan bisa langsung berjalan efektif sejak awal Maret. Pemerintah provinsi menargetkan waktu pengerjaan selama kurang lebih 10 bulan dalam satu tahun anggaran.

“Pelaksanaannya mudah-mudahan mulai 1 Maret 2026. Targetnya satu tahun anggaran, sekitar Desember sudah selesai,” ujar Maria, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga:Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi WamenkeuLayvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling Menentukan

Menurut Maria, pembangunan underpass tersebut menjadi langkah krusial untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Jalan Gatot Subroto yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di Kota Cimahi.

“Pembangunan underpass ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Cimahi juga telah menyiapkan berbagai langkah pendukung agar proses pembangunan berjalan lancar. Mulai dari koordinasi lintas instansi, hingga persiapan teknis di lapangan, guna meminimalkan hambatan selama pengerjaan berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, menegaskan bahwa proyek tersebut sepenuhnya dibiayai dan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Hal ini karena ruas Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Baros berstatus sebagai jalan provinsi.

“Untuk anggarannya semua dari provinsi, besarannya sekitar Rp100 miliar. Kemudian untuk pengerjaannya juga oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat,” kata Wilman.

Ia menjelaskan, keberadaan underpass di Jalan Gatot Subroto sudah sangat mendesak untuk mengatasi kemacetan yang kian parah. Volume lalu lintas di kawasan tersebut terus meningkat, seiring bertambahnya frekuensi perjalanan kereta api, khususnya Kereta Api Feeder.

Kereta Feeder ini berfungsi mengangkut penumpang Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung, baik dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung, maupun sebaliknya. Dampaknya, aktivitas buka-tutup perlintasan sebidang menjadi semakin sering dan memicu antrean kendaraan.

Baca Juga:Dion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib BandungDPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat Sasaran

“l”Salah satunya dasarnya kenapa underpass kita bangun, satu, salah satunya adalah tidak ada perlintasan sebidang sesuai undang-undang dari Kementerian Perhubungan. Yang kedua, mengurangi kemacetan,” tegas Wilman menutup. (Mong)

0 Komentar