JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kesiapsiagaan kebencanaan menyusul intensitas hujan yang masih tinggi dan berpotensi memicu longsor di sejumlah titik rawan.
Wilayah yang berada di sekitar aliran sungai serta kawasan perbukitan menjadi perhatian utama karena dinilai memiliki risiko paling besar.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan langkah mitigasi telah dilakukan secara bertahap, terutama dengan memperbaiki infrastruktur dasar di lingkungan warga.
Baca Juga:BNPB Intensifkan Modifikasi Cuaca Demi Kelancaran Pencarian Korban Longsor Pasirlangu35 Korban Longsor Pasirlangu Bandung Barat Teridentifikasi
Salah satu fokusnya adalah pembenahan drainase permukiman yang selama ini menjadi faktor pendukung terjadinya genangan hingga longsor.
“Melalui pola kerja berbasis lingkungan dan pengawasan wilayah, perbaikan drainase di permukiman sudah kita lakukan satu per satu. Alhamdulillah, progresnya cukup signifikan,” ujar Farhan, Rabu (28/1/2026).
Selain upaya fisik, Pemkot Bandung juga mengandalkan teknologi untuk mengantisipasi potensi bencana, khususnya terkait peningkatan debit Sungai Cikapundung. Sistem sensor peringatan dini yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dimanfaatkan untuk memantau kondisi air di wilayah hulu.
“Begitu sensor di hulu berbunyi, informasi langsung masuk ke command center. Petugas di lapangan di wilayah hilir yang berpotensi terdampak akan segera diberi peringatan,” jelasnya.
Sejumlah kawasan yang masuk dalam pemantauan ketat antara lain Dago, Luhur Dago, hingga kawasan Taman Hutan Raya (Tahura). Namun demikian, Farhan menegaskan bahwa perhatian terbesar saat ini tertuju pada kawasan Bandung Utara (KBU), khususnya di sekitar kaki Gunung Manglayang.
Menurutnya, kondisi geografis KBU yang didominasi lereng curam, ditambah curah hujan tinggi dan tekanan aktivitas manusia, membuat kawasan tersebut sangat rentan terhadap longsor. Kekhawatiran semakin meningkat karena jarak antara titik-titik rawan longsor dengan permukiman warga dinilai sangat dekat.
“Yang paling membuat kami waspada saat ini adalah kawasan Manglayang. Jarak antara potensi longsor dan rumah warga itu sangat dekat, ini yang membuat kami tegang,” ungkap Farhan.
Baca Juga:Cegah Risiko Kesehatan, Tim SAR Longsor Pasirlangu Diberi Vaksin dan VitaminKDM Ajak Warga Terlibat Penghijauan Lahan Bekas Longsor di Bandung Barat
Wilayah Mandalajati, Cibiru, dan Ujungberung disebut sebagai kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi. Pemkot Bandung khawatir, jika terjadi longsor berskala besar, dampaknya dapat langsung mengancam keselamatan warga tanpa banyak waktu untuk evakuasi.
