Dari kampung hingga kota, dari generasi tua hingga anak-anak, Koes Plus punya tempat sendiri.
“Main lagu ‘Kolam Susu’, orang pasti tahu,” lanjutnya.
Teknik Lama, Semangat Baru
Bagi Bassis D’Flash, Benny Septiantoro melihat perbedaan zaman sebagai kekayaan, bukan jurang. Ia mengakui generasinya dibentuk oleh musisi-musisi era lampau, dengan gaya bermain yang khas. Sementara musisi muda kini jauh lebih variatif secara teknik karena dukungan teknologi.
“Sekarang mau tutorial semua ada. Percepatan skill mereka itu wajar, dan saya kagum,” ujarnya.
Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara
Namun ketika teknik modern diterapkan ke Koes Plus, Benny memilih berhati-hati.
“Kalau diterapkan ke Koes Plus mungkin sound-nya berbeda, tidak akan jadi Koes Plus original,” katanya.
Menurutnya, kekuatan Koes Plus justru ada pada kesederhanaan yang jujur. Meski hanya dikenal dengan ‘tiga jurus’ achord, Tonny Koeswoyo mampu menciptakan lagu yang diterima semua kalangan.
“Itu kehebatannya,” tegas Benny.
Benny optimistis Koes Plus tetap bisa diterima generasi sekarang. Pengalamannya di panggung menunjukkan hal itu.
“Anak-anak pada melongo, asal kita membawakannya dengan baik, mereka apresiasi,” katanya.
Media Sosial dan Estafet Generasi
Bagi vokalis dan gitar ritme Agung Dras, media sosial menjadi jembatan penting. Ia menekankan penggunaan yang bijak.
“Media sosial harus dipergunakan sebaik-baiknya untuk kebaikan,” ujarnya.
Video D’Flash yang diunggah mendapat respons positif dari berbagai daerah, dari Sumatera hingga Papua.
“Komentarnya positif semua. Mereka sangat terhibur,” kata Agung.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
Antusiasme itu membuktikan Koes Plus belum kehilangan pendengar. Bahkan lintas usia. Bahkan, kata Agung, ia pernah melihat anak SD nyanyi ‘Kolam Susu’.
Menurutnya, Koes Plus dan Koes Bersaudara benar-benar orisinal dan diwariskan dari generasi ke generasi.
“Entah tahu dari mana, mungkin dari bapaknya, atau kakeknya,” ujar Agung sembari tertawa kecil.
Namun membawakan Koes Plus bukan perkara mudah. Agung mengaku lagu-lagunya terdengar sederhana, tapi sulit dipraktikkan, terutama soal harmonisasi vokal.
“Untuk mendekati keorisinalan itu yang sangat sulit,” katanya.
Meski begitu, chemistry D’Flash yang cepat terbangun membuat tantangan itu bisa dihadapi bersama.
