Tak Sekadar Nostalgia, D'Flash Buktikan Musik Koes Plus Masih Dicintai Lintas Generasi

D Flash, Band asal Cimahi saat Tampil Live di Laneo Cafe Jalan Jawa, Bandung
D Flash, Band asal Cimahi saat Tampil Live di Laneo Cafe Jalan Jawa, Bandung/Foto: Firman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah arus musik instan dan tren viral yang silih berganti, sekelompok musisi senior memilih berjalan berlawanan arah. Pada akhir 2023 hingga resmi terbentuk pada 2024, band D’Flash lahir dengan satu misi yang terasa kian relevan hari ini, menjaga denyut musik Koes Plus tetap hidup lintas generasi.

Cepat terbentuk, solid dalam visi, dan teguh pada komitmen musikal, D’Flash hadir sebagai pengingat bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya.

Nama D’Flash bukan tanpa makna. Drummer D’Flash, Iwan S Hambali menjelaskan band ini terbentuk ‘dengan cepat, seperti kilat’. Namun kecepatan itu bukan tanpa fondasi.

Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara

“Walaupun terbentuknya cepat, kita semua punya kesamaan, yaitu senang musik Koes Plus,” ujar Iwan saat diwawancarai Jabar Ekspres di Laneo Cafe & Eatry, Jalan Jawa, Kota Bandung, Minggu (25/1/26).

Kesamaan selera itu membuat para personel yang sebelumnya sudah lama malang melintang di dunia band langsung klop.

“Masing-masing sudah hafal pakem-pakemnya,” katanya.

D’Flash bukan band yang terbentuk secara instan. Meski lahir dalam waktu singkat, fondasi musikal para personelnya sudah teruji. Sebagian personelnya yang sudah bapak-bapak bahkan ada yang sudah punya cucu. Namun justru dari kematangan itulah lahir keseriusan membawakan Koes Plus secara utuh.

“Walaupun baru seumur jagung, insyaallah karena basic-nya sama-sama suka Koes Plus, kita berkomitmen membawakan lagu Koes Plus,” tutur Iwan.

Musik Koes Plus, Revolusi yang Tak Pernah Usang

Pilihan genre Koes Plus bagi D’Flash bukan nostalgia semata. Iwan menegaskan, Koes Plus adalah fondasi pop Indonesia.

“Koes Plus ini salah satu revolusioner, revolusi pop Indonesia. Pada zamannya sampai ditahan penjara karena mempertahankan ideologi pop,” ujarnya.

Musik Koes Plus, kata dia, punya ciri khas Indonesia yang kental, meski tak menafikan pengaruh Barat seperti The Beatles.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Lirik yang sederhana, nada yang mudah dicerna, serta pesan yang menyentuh membuat lagu-lagu Koes Plus tetap relevan.

“Easy listening, mudah didengar, mudah dimengerti, dan diterima semua kalangan,” kata Iwan.

0 Komentar