Digelar di Bandung, Turkish Universities Fair 2026 Dorong Dialog dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi Global

Digelar di Bandung, Turkish Universities Fair 2026 Dorong Dialog dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi Global
Antusiasme para peserta yang hadir pada Penyelenggaraan Turkish Universities Fair 2026 di Crowne Plaza Hotel Bandung, Minggu (25/1/2026). Foto Agi/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penyelenggaraan Turkish Universities Fair 2026 di Kota Bandung menegaskan peran pameran ini sebagai ruang dialog dan kolaborasi pendidikan tinggi global, bukan sekadar ajang promosi studi luar negeri.

Kegiatan yang berlangsung di Crowne Plaza Hotel Bandung, Minggu (25/1/2026), tersebut menjadi rangkaian kedua setelah sebelumnya digelar di Jakarta.

Pameran pendidikan internasional ini menghadirkan lebih dari 25 universitas dari Türkiye yang diwakili langsung oleh rektor serta pimpinan International Office, dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari siswa SMA dan sederajat, guru, konselor pendidikan, hingga perwakilan perguruan tinggi Indonesia.

Baca Juga:Gubernur Jabar Bakal Cabut Moratorium Perumahan Mulai Februari 2026, Benarkah?Purbaya: Serapan PPN Transaksi LN oleh Anak Usaha BUMN Berpotensi Capai Rp84 Triliun per Tahun

Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Türkiye untuk Indonesia, Selman Ozdan, mengatakan bahwa Turkish Universities Fair dirancang sebagai forum dialog terbuka antara institusi pendidikan Indonesia dan Turki.

“Ini bukan hanya pameran pendidikan. Ini adalah platform dialog. Rektor universitas hadir langsung untuk berdiskusi, baik dengan siswa, sekolah, maupun universitas di Indonesia, terkait kerja sama pendidikan tinggi,” ujar Selman.

Ia menjelaskan, dialog yang dibangun mencakup peluang pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, pengembangan kurikulum, hingga program double degree.

“Pendidikan tinggi harus dibangun melalui kolaborasi jangka panjang. Melalui forum seperti ini, universitas Indonesia dan Turki bisa saling memahami sistem pendidikan masing-masing dan membuka kerja sama konkret,” katanya.

Dari sisi target, Selman mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia di Turki terus meningkat setiap tahun.

“Setiap tahun ada kenaikan sekitar 1.000 hingga 2.000 mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke Turki. Saat ini tercatat sekitar 350 ribu mahasiswa Indonesia di Turki, dan pemerintah Turki menargetkan jumlah tersebut meningkat hingga 500 ribu mahasiswa ke depan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Turki saat ini menjadi negara ketiga dengan jumlah mahasiswa internasional terbanyak di dunia, dengan pilihan bahasa pengantar bahasa Turki dan bahasa Inggris, serta biaya pendidikan yang relatif terjangkau, khususnya di universitas negeri.

Baca Juga:Gelombang PHK Meningkat di 2025, Kemnaker Ungkap Ini FaktornyaKurs Rupiah Makin Memprihatinkan, Ekonom Sarankan Pemerintah Terbitkan Global Bond

Pameran ini juga memperkenalkan berbagai program beasiswa pemerintah Turki yang setiap tahun diberikan kepada sekitar 5.000 mahasiswa Indonesia untuk jenjang S1, S2, dan S3, dengan cakupan biaya kuliah dan biaya hidup hingga lulus.

0 Komentar