Urus Paspor Kini Lebih Dekat, Layanan Imigrasi Hadir di MPP Bandung Barat

Sekda Bandung Barat, Ade Zakir (tengah) saat meresmikan layanan keimigrasian di Mal Pelayanan Publik (MPP)
Sekda Bandung Barat, Ade Zakir (tengah) saat meresmikan layanan keimigrasian di Mal Pelayanan Publik (MPP) Gedung C, Perkantoran Pemda KBB. Jumat (23/1). Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Warga Kabupaten Bandung Barat kini tak perlu jauh-jauh datang ke kantor imigrasi untuk mengurus paspor. Layanan keimigrasian resmi hadir di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bandung Barat setelah dibuka oleh Kantor Imigrasi TPI I Bandung, Jumat (23/1/2026).

Meski telah diresmikan, layanan paspor tersebut baru akan beroperasi secara efektif mulai pekan depan. Sebelum pelayanan dibuka penuh, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Kantor Imigrasi TPI I Bandung terlebih dahulu melakukan peninjauan guna memastikan kesiapan fasilitas dan alur pelayanan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, mengatakan uji coba pelayanan dilakukan terhadap lima orang pemohon sebagai langkah awal evaluasi sistem.

Baca Juga:DPRD KBB Fraksi PDI Perjuangan Kawal MBG Agar Berkualitas dan Tepat SasaranKritik PJU Berujung 'Undangan Klarifikasi', Warga Jabar Pertanyakan Ruang Aman Bersuara

“Hari ini kita layani 5 masyarakat dulu. Kita lihat dulu alur SOP nya. Dan tadi sudah kita cek dari mulai nomor antrean dan juga bisa online yah,” katanya, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat yang hendak mengurus paspor dapat mendaftar secara daring, sehingga saat datang ke MPP Bandung Barat pemohon tinggal mengikuti antrean sesuai jadwal.

“Nomor antrean dipanggil, wawancara, pengambilan foto, pemberkasan dan lain sebagainya sampai ke pembayaran tadi sudah berjalan lancar,” katanya.

Namun demikian, hasil peninjauan menunjukkan masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan sebelum layanan dibuka sepenuhnya. Salah satunya terkait kesiapan sistem pembayaran.

“Jadi nampaknya ada beberapa yang harus diperbaiki juga kaitan dengan yang pertama loket Bjb nanti bisa menerima pembayaran,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti perlunya koordinasi lintas instansi, terutama terkait proses verifikasi dokumen tertentu seperti buku nikah.

“Yang kedua juga menurut temen-temen keimigrasian ada banyak klarifikasi buku nikah jadi mungkin temen-temen dari Kemenag harus ada,” sambungnya.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Untuk tahap awal, layanan keimigrasian di MPP Bandung Barat hanya dibuka dua hari dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Jumat. Kebijakan tersebut diterapkan karena keterbatasan jumlah personel.

“Karena kita juga ada keterbatasan personel sehingga dua minggu itu hanya dua hari pelayanan 25 orang perhari (Senin dan Jumat),” katanya.

0 Komentar