“Jadi yang di luar negeri juga bisa melakukan perekaman di kebutuhan besar,” bebernya.
Saat ditanya terkait status warga yang belum memiliki KTP-el dan tidak diketahui domisilinya, Tri menjelaskan bahwa secara administrasi mereka masih tercatat sebagai warga Cimahi. Namun secara fakta di lapangan, sebagian sudah lama tidak berada di alamat terdaftar.
“Kalau secara domisili kan administrasi kepentingan dia warga Cimahi. Kalau secara administrasi kepentingan, hanya secara de facto-nya ada beberapa masyarakat yang ternyata setelah dicek informasi dari para ketua RT dan RW nya sudah tidak ada di tempat,” ujarnya.
Baca Juga:Warga Cimahi Belum Rekam KTP-el Terancam Penonaktifan, Disdukcapil Tegaskan KonsekuensinyaStok Blanko Aman Meski Dibatasi Pusat, Disdukcapil Cimahi Pastikan Layanan KTP-el Tetap Lancar di 2026
Ia merinci, ada warga yang bekerja di luar kota, ada pula yang pindah tanpa laporan, bahkan ada yang tidak diketahui keberadaannya karena minimnya informasi di tingkat lingkungan.
“Artinya ada yang bekerja di luar, ada yang beberapa juga yang RT RW nya enggak tahu kurang informasi karena tidak laporan si warganya apakah dia kemana-kemananya,” lanjut Tri.
Namun, mayoritas yang teridentifikasi merupakan warga yang bekerja di luar daerah dan belum melakukan perekaman KTP-el, meski sudah disarankan untuk mengurusnya di daerah tempat mereka bekerja.
“Itu kita juga sudah sarankan tadi untuk melakukan perekaman di situ capil di mana pun juga dia bekerja itu bisa,” katanya.
Di sisi lain, data Disdukcapil juga menunjukkan arus migrasi keluar Cimahi lebih besar dibandingkan warga yang datang.
Berdasarkan data BNBA pindah datang bulanan dari pusat, pada periode semester II 2025 tercatat 5.130 penduduk datang ke Cimahi, sementara 7.537 jiwa tercatat pindah keluar.
“Kurang lebih 2 ribuan lebih selisihnya yang keluar. Jadi memang fenomena yang lebih banyak yang datang tapi untuk tahun 2025 lebih banyak warga yang pindah keluar,” jelas Tri.
Baca Juga:Disdukcapil Cimahi Tetap Buka Saat Libur Nataru, Pelayanan Adminduk Meningkat TajamJemput Bola Rekam KTP-el Bagi Lansia dan Disabilitas, Disdukcapil Cimahi Wujudkan Layanan Inklusif
Menanggapi apakah lonjakan tersebut berkaitan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Tri menyebut pihaknya tidak mengaitkan langsung dengan momentum liburan, karena data yang dihimpun merupakan akumulasi tahunan.
“Kalau kita tidak bisa identifikasikan pada saat ini apakah gara-gara liburan Nataru atau tidak tapi kita akumulasikan selama satu tahun,” ujarnya.
