Disiplin Perlintasan Kereta di Bandung Berlanjut, Lokasi Edukasi Bergeser ke Gedebage

Ilustrasi: Kereta api melintas di Stasiun Cimekar, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Kereta api melintas di Stasiun Cimekar, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Komunitas Edan Sepur menyebut kegiatan disiplin di perlintasan sebidang kereta api di Bandung akan terus dilanjutkan pada 2026.

Komunitas Edan Sepur Indonesia Daerah 2 Bandung memastikan edukasi tetap berjalan secara rutin setiap pekan meski terjadi perubahan lokasi.

Koordinator Daerah Edan Sepur Bandung, Abdullah Putra Gandhara atau Aghaa, mengatakan kegiatan akan dilaksanakan setiap Jumat dengan pola operasi yang berbeda. Perubahan ini menyusul penutupan perlintasan sebidang di JPL 156 Stasiun Andir, Jalan Garuda.

Baca Juga:Ini 4 Jenis Olahraga Ringan, Tubuh Makin Sehat!Kolaborasi! UNINUS dan IDIP RI Gelar Webinar Internasional Pendidikan

“Pengoperasian Flyover Nurtanio ini sekaligus menutup kegaitan kami di Perlintasan tsb, maka kegiatan akan bergeser ke JPL 177, Sta. Gedebage, Jl. Gedebage Selatan yang juga akan dimulai pada Tanggal 23 Januari 2026,” ujar Aghaa secara tertulis, beberapa waktu lalu.

Sepanjang 2025, kegiatan Disiplin Perlintasan di Kota Bandung dilakukan secara kolaboratif bersama PT KAI (Persero), PT KAI Commuter Indonesia, PT Jasa Raharja Cabang Jawa Barat, Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian.

Lalu Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kota Bandung, Satpol PP Kota Bandung, Satlantas Polrestabes Bandung, Satlantas Polres Cimahi, serta komunitas dan pelajar Polisi Taruna SMK Negeri 12 Bandung.

Kegiatan serupa juga dilakukan secara situasional di JPL Cimencrang bersama Polrestabes Bandung, terutama saat berlangsung pertandingan sepak bola di Stadion GBLA, Gedebage.

Selain di Kota Bandung, kegiatan edukasi keselamatan perlintasan kereta api juga diperluas ke wilayah Kabupaten Bandung.

Edan Sepur Bandung bekerja sama dengan Railfans Cimahi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung melakukan edukasi di sejumlah perlintasan sebidang.

Data Edan Sepur mencatat selama 2025 terjadi 34.210 pelanggaran di perlintasan sebidang di Kota Bandung, turun 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Aghaa menegaskan potensi kecelakaan masih ada berdasarkan laporan kejadian dari layanan darurat kota.

Baca Juga:Wali Kota Dedie Tekankan Pembuangan Puing Pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor Harus Rapi dan Tertib Komitmen Bangun Zona Integritas, Kanwil Kemenkum Jabar Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas 

Melalui kegiatan rutin dan kolaboratif tersebut, Edan Sepur Bandung menargetkan terciptanya ruang yang aman dan selamat di perlintasan sebidang kereta api di wilayah Bandung Raya.

Selain itu, Edan Sepur melakukan edukasi ke satuan pendidikan melalui program SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini). Program tersebut menyasar PAUD, TK, SD, hingga SMP. Lebih dari 20 sekolah dengan total lebih dari 3.000 orang yang terdiri dari peserta didik, wali murid, serta tenaga pendidik sudah teredukasi selama Tahun 2025.

0 Komentar