JABAR EKSPRES – Harga emas hari ini di Indonesia mengalami kenaikan signifikan dikarenakan harga emas di pasar global. Berdasarkan data terbaru, harga spot emas dunia mencapai sekitar USD 4.671 per troy ounce atau setara USD 150 per gram.
Bila dikonversikan ke rupiah, harga emas global berada di kisaran Rp 2.539.752 per gram, mencerminkan sentimen positif investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Kenaikan harga emas dunia ini turut berdampak pada harga emas di dalam negeri, baik untuk produk Logam Mulia Antam maupun platform perdagangan emas digital seperti IndoGold. Emas masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia sebagai instrumen lindung nilai, terutama saat tekanan inflasi dan dinamika geopolitik global meningkat.
Baca Juga:DPR AS Dorong Jalur Diplomasi dalam Isu Greenland, Tegaskan Tak Ada Niat BermusuhanIran Sebut Aksi Protes Sebagai Lanjutan Konflik dengan Israel, Otoritas Lakukan Penyelidikan Menyeluruh
Untuk harga emas batangan Antam (Logam Mulia), harga beli emas 1 gram tercatat sekitar Rp 1.914.000 sebagai harga dasar. Setelah dikenakan pajak, harga yang harus dibayar konsumen menjadi sekitar Rp 1.918.785 per gram. Sementara itu, berdasarkan laporan IndoGold pada 19 Januari 2026, harga beli emas mencapai Rp 2.614.220 per gram dengan harga buyback berada di level Rp 2.552.000 per gram.
Adapun untuk pecahan emas populer lainnya, harga emas 5 gram tercatat sekitar Rp 9.368.363, sementara pecahan 10 gram berada di kisaran Rp 18.681.588. Untuk ukuran lebih besar seperti 25 gram, harga beli diperkirakan mencapai Rp 46.578.155, dengan estimasi harga buyback sekitar Rp 1.687.500 per gram. Perbedaan harga antar platform dan ukuran wajar terjadi karena adanya biaya produksi, distribusi, serta margin masing-masing penyedia.
Secara global, harga emas hari ini tercatat naik sekitar 1,65 persen dengan level tertinggi harian menyentuh USD 4.698 per troy ounce. Kenaikan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kekhawatiran inflasi global, ketegangan geopolitik di beberapa kawasan strategis, hingga ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral dunia.
Di Indonesia, harga emas Antam dan Pegadaian umumnya berada sedikit di bawah harga spot global karena adanya biaya cetak dan pajak. Kondisi ini justru dinilai menguntungkan bagi investor jangka panjang yang ingin mengoleksi emas fisik secara bertahap. Bagi masyarakat, termasuk investor di kota-kota besar seperti Bandung, memantau pergerakan harga emas harian menjadi langkah penting sebelum melakukan transaksi.
