DPR AS Dorong Jalur Diplomasi dalam Isu Greenland, Tegaskan Tak Ada Niat Bermusuhan

DPR AS Dorong Jalur Diplomasi dalam Isu Greenland, Tegaskan Tak Ada Niat Bermusuhan
Ribuan warga mengikuti aksi \"Jangan sentuh Greenland\" di Copenhagen, Denmark, Sabtu (17/1/2026). Aksi dengan slogan \"Greenland hanya untuk orang-orang Greenland\" itu bertujuan untuk menolak rencana Presiden Amerika Donald Trump untuk menduduki Greenland meskipun dengan cara agresi militer. (SUMBER FOTO: ANTARA FOTO/Reuters/Tom Little/bar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Mike Johnson, menilai jalur perundingan sebagai langkah paling tepat untuk meredakan ketegangan terkait klaim Amerika Serikat atas Greenland. Ia menekankan bahwa Washington tidak memiliki maksud agresif terhadap masyarakat di wilayah Arktik tersebut.

Di tengah wacana Presiden Donald Trump yang mengancam akan memberlakukan tarif impor tinggi terhadap sejumlah negara Eropa, Johnson menegaskan bahwa pendekatan Amerika Serikat tetap berlandaskan persahabatan. Dalam wawancara dengan surat kabar The Times, ia menyampaikan bahwa pemerintah AS ingin menjaga hubungan baik dengan Greenland.

“Kami jelas tidak memiliki itikad buruk terhadap rakyat Greenland. Ini adalah persahabatan, dan saya berharap itu dapat terus berlanjut,” ujar Johnson.

Baca Juga:Iran Sebut Aksi Protes Sebagai Lanjutan Konflik dengan Israel, Otoritas Lakukan Penyelidikan MenyeluruhAlcaraz dan Sinner Siapkan Strategi Baru Jelang Australian Open 2026

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Trump mengumumkan rencana penerapan tarif impor sebesar 10 persen mulai Februari terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Negara-negara tersebut merupakan mitra dekat Amerika Serikat, namun Trump mengancam akan menaikkan tarif hingga 25 persen jika tidak tercapai kesepakatan terkait pembelian Greenland.

Trump menegaskan bahwa kebijakan tarif tersebut akan terus diberlakukan hingga Amerika Serikat berhasil menandatangani perjanjian mengenai Greenland, wilayah yang dinilai memiliki nilai strategis penting di kawasan Arktik.

Greenland sendiri merupakan wilayah otonom yang berada dalam Kerajaan Denmark. Meski memiliki kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, wilayah tersebut tetap berada di bawah kedaulatan pemerintah Denmark di Kopenhagen.

Namun demikian, Trump berulang kali menyatakan keinginannya agar Greenland bergabung dengan Amerika Serikat, dengan alasan kepentingan keamanan nasional serta persaingan geopolitik di kawasan utara.

Pernyataan tersebut memicu penolakan keras dari pemerintah Denmark dan otoritas Greenland, yang secara terbuka mengingatkan Amerika Serikat untuk menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah mereka.*

0 Komentar