Pemkab Bogor Genjot Flyover Bojonggede–Kemang, Rudy Susmanto Integrasikan Infrastruktur dan Lingkungan

Pemkab Bogor Genjot Flyover Bojonggede–Kemang, Rudy Susmanto Integrasikan Infrastruktur dan Lingkungan
Bupati Bogor Rudy Susmanto. Foto : Diskominfo
0 Komentar

Jabarekspres.com, BOGOR- Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menyiapkan langkah besar untuk menggabungkan pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian adalah pembangunan Flyover Bojonggede–Kemang (Bomang) yang ditargetkan mulai memasuki tahap lelang pada Desember 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bogor Rudy Susmanto usai meninjau Jalan Bojonggede–Kemang bersama Danrem 061/Suryakancana, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, pegiat lingkungan, dan jajaran Pemkab Bogor, Jumat (5/6).

Baca Juga:Operasi Patuh Lodaya 2026 Ditunda, Polisi : Bukan Berarti Boleh Abaikan Aturan Lalu Lintas!Operasi Patuh Lodaya 2026 Ditunda, Polisi : Bukan Berarti Boleh Abaikan Aturan Lalu Lintas!

Menurut Rudy, pembangunan Kabupaten Bogor tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata. Pemerintah daerah juga harus memastikan keberlanjutan lingkungan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara instan. Semua harus dipersiapkan dengan baik sejak jauh hari. Insyaallah apabila tidak ada kendala, pembangunan Flyover Bojonggede–Kemang akan mulai dilelang pada Desember 2026,” katanya.

Selain flyover, Pemkab Bogor juga menyiapkan konsep pengembangan kawasan jalur tengah yang nantinya menjadi jalur cepat.

Sebelum digunakan untuk kebutuhan transportasi, area tersebut akan dimanfaatkan sebagai kawasan integrated farming yang berfungsi sebagai pusat pelatihan budidaya tanaman dan peternakan bagi masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat di sektor pertanian dan peternakan.

Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga merancang pembangunan Taman Wisata Edukasi Sampah. Fasilitas ini akan menjadi pusat pembelajaran pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik. Karena itu kami merencanakan pembangunan Taman Wisata Edukasi Sampah sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Jajaki Kerjasama dengan Kementerian Perkuat Pengelolaan SampahDiduga Korsleting Listrik, isi Rumah Dua Lantai di Cileungsi Bogor Ludes Terbakar

Rudy menjelaskan, berbagai program tersebut sejalan dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati melalui berbagai kegiatan di Kabupaten Bogor.

Ia mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, perangkat daerah, serta para pegiat lingkungan yang aktif melakukan aksi nyata seperti penanaman pohon, penyebaran benih ikan, dan kegiatan bersih-bersih lingkungan.

“Terima kasih kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan, jajaran perangkat daerah, dan para pegiat lingkungan yang telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti penanaman pohon, penyebaran benih ikan, serta aksi bersih-bersih lingkungan bersama,” tuturnya.

0 Komentar