JABAR EKSPRES – Indonesia kian mengukuhkan posisinya sebagai negara swasembada pangan. Dengan cadangan beras nasional yang melimpah, Perum Bulog bersiap mengambil peran strategis di pasar global melalui rencana ekspor beras premium pada 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, Bulog telah menyiapkan stok khusus sebanyak 1 juta ton beras premium sebagai bagian dari rencana ekspor.
Langkah ini diambil setelah Indonesia dinilai berhasil mencapai swasembada beras dan memiliki cadangan yang aman untuk kebutuhan domestik.
Baca Juga:Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Perkuat Sinergi dengan Kemenkes-BPOM KPK Resmi Tetapkan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
“Bulog sudah menyiapkan 1 juta ton sesuai dengan arahan Bapak Mentan (Menteri Pertanian) selaku Kepala Bapanas (Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman), kami (melakukan) stok 1 juta ton untuk ekspor nanti itu dengan kualitas premium,” kata Rizal dikutip dari ANTARA, Senin (12/1/2026).
Rencana ekspor tersebut menjadi agenda utama pembahasan internal Bulog dalam rapat kerja yang digelar pada 11–12 Januari 2026. Pembahasan difokuskan pada kesiapan teknis, kualitas beras, hingga strategi distribusi agar ekspor dapat berjalan optimal tanpa mengganggu pasokan dalam negeri.
“Direncanakan ekspor 1 juta ton beras. Ini yang kami diskusikan juga hari ini sampai dengan besok,” ujarnya.
Meskipun begitu, ia mengatakan kebijakan ekspor tersebut diseleraskan dengan komitmen pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sehingga kebutujan dalam negeri tetap terpenuhi seiring target berlanjutnya swasembada pangan pada tahun mendatang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga menegaskan rencana ekspor beras tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan dalam negeri karena stok Bulog yang ada saat ini sekitar 3,25 juta ton.
Rizal berharap agar kesiapan ekspor memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia sebagai negara swasembada yang bisa memasok pangan ke luar negeri secara konsisten dan berkelanjutan.
Diketahui, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia hampir pasti siap mengekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai dan penyerapan oleh Perum Bulog dipastikan aman.
Baca Juga:Realisasi Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917,6 Triliun, Kemenkeu: Secara Bruto Tumbuh 3,7 PersenDiskon Tarif Listrik untuk Korban Bencana Sumatra, Menkeu: Masih Menunggu Usulan Resmi
“Beras kalau bisa, izin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang penting Bulog, izinnya dan serapannya tiga bulan ke depan, sama saja 2025, aku tidak minta lebih, itu ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini,” kata Amran.
