JABAR EKSPRES – Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak sepanjang 2025 mencapai Rp1.917,6 triliun hingga akhir Desember. Capaian tersebut setara dengan 87,6 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp2.189,3 triliun.
Capaian tersebut, penerimaan pajak 2025 mengalami selisih atau shortfall sekitar Rp271,7 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melansir dari ANTARA, Jumat (9/1/2026) menjelaskan bahwa secara bruto penerimaan pajak masih mencatat pertumbuhan, meski secara neto mengalami kontraksi tipis.
Baca Juga:Diskon Tarif Listrik untuk Korban Bencana Sumatra, Menkeu: Masih Menunggu Usulan Resmi Wamenaker Sebut Dukungan Pemda Penting dalam Kebijakan Penetapan Upah
“Angka bruto penerimaan pajak itu tumbuh 3,7 persen. Angka neto penerimaan pajak adalah minus 0,7 persen,” kata Suahasil.
Tekanan penerimaan pajak terutama terjadi pada semester I 2025. Kondisi tersebut tercermin dari kinerja Pajak Penghasilan (PPh) Badan yang turun sekitar 10 persen pada kuartal I 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, penerimaan PPh Badan pada semester I 2025 terkoreksi 10,4 persen.
Namun, kondisi tersebut mulai membaik pada semester II 2025, seiring PPh Badan kembali tumbuh 2,3 persen dengan realisasi mencapai Rp321,4 triliun.
Kinerja serupa juga terjadi pada PPh Orang Pribadi. Pada paruh pertama 2025, penerimaan dari jenis pajak itu turun cukup dalam sebesar 19,4 persen.
Kemudian, memasuki semester II 2025 PPh Orang Pribadi berbalik tumbuh 17,5 persen dengan realisasi Rp248,2 triliun. Sementara, penerimaan PPh Final tercatat terkontraksi 4 persen pada semester I 2025.
Pada semester II, penerimaan PPh Final kembali tumbuh 8 persen dengan realisasi mencapai Rp345,7 triliun.
Untuk kelompok Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), penerimaan mengalami penurunan 14,7 persen pada paruh pertama 2025.
Baca Juga:Perkuat Industri Tekstil Nasional, Pemerintah Tetapkan Bea Masuk Impor Produk Kain TenunanAntisipasi Gejolak Venezuela, ESDM Genjot Produksi Minyak Nasional
Namun, untuk paruh kedua 2025, penerimaan PPN dan PPnBM tumbuh 2,1 peren sehingga realisasinya mencapai Rp790,2 triliun.
Maka, secara keseluruhan penerimaan pajak bruto hingga akhir 2025 mencapai Rp2.278,8 triliun. Angka tersebut tumbuh 3,7 persen dibandingkan realisasi bruto 2024 yang sebesar Rp2.197,3 triliun.
