JABAR EKSPRES – Kebakaran yang terjadi di Kampung Bojong Koneng, Desa Sukasari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, meninggalkan duka mendalam bagi sejumlah warga yang mendadak kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa tersebut memaksa beberapa keluarga mengungsi dan memulai kembali kehidupan dari nol.
Insiden kebakaran itu terjadi pada Kamis (8/1/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan dua unit rumah warga hingga rata dengan tanah, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan cukup parah.
Baca Juga:KPK Resmi Tetapkan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota HajiRealisasi Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917,6 Triliun, Kemenkeu: Secara Bruto Tumbuh 3,7 Persen
Sedikitnya 10 warga dari empat kepala keluarga terdampak langsung akibat kejadian tersebut.
Mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
Camat Gununghalu, Hari Mustika, mengatakan kebakaran diduga kuat dipicu oleh kelalaian penggunaan kompor gas. Namun, penyebab pasti masih menunggu pendalaman lebih lanjut karena kondisi psikologis para korban belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara detail.
“Indikasi awal mengarah pada percikan api dari kompor gas. Tapi kami masih mengedepankan asas kehati-hatian karena para korban masih mengalami trauma pascakejadian,” ujar Hari saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Dua rumah yang hangus terbakar diketahui milik Abdul Jaelani serta rumah yang dihuni Sarif Hidayat dan Riyan Heryanto. Sementara satu rumah lainnya milik Ibu Anih hanya mengalami kerusakan sebagian lantaran dalam kondisi kosong saat kejadian.
Api berhasil dikendalikan berkat upaya cepat warga sekitar yang bergotong royong memadamkan kobaran api sebelum merambat ke bangunan lain. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Hari menambahkan, secara keseluruhan terdapat empat kepala keluarga yang terdampak langsung, dengan total penghuni sebanyak 10 jiwa. Dua bangunan rumah tercatat rusak berat, sedangkan satu rumah mengalami kerusakan ringan.
Baca Juga:Diskon Tarif Listrik untuk Korban Bencana Sumatra, Menkeu: Masih Menunggu Usulan Resmi Wamenaker Sebut Dukungan Pemda Penting dalam Kebijakan Penetapan Upah
“Tidak ada fasilitas umum yang terdampak. Namun kerugian materi cukup besar dan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.
Rincian kerugian meliputi rumah milik Abdul Jaelani yang diperkirakan mencapai Rp100 juta, rumah Sarif Hidayat dan Riyan Heryanto sekitar Rp100 juta, serta rumah milik Ibu Anih sekitar Rp20 juta.
Pascakejadian, pihak Kecamatan Gununghalu telah melakukan asesmen lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah Desa Sukasari dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta melaporkan kejadian tersebut ke instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
