Evaluasi Kapasitas, Pemkot Bandung Tutup Sementara Baksil dan Alun-alun 

Evaluasi Kapasitas, Pemkot Bandung Tutup Sementara Baksil dan Alun-alun 
Pekerja menyelesaikan proyek perbaikan fasilitas penunjang disabilitas di Alun-Alun Kota Bandung, Rabu (7/1). Pemkot Bandung memutuskan menutup sementara Alun-alun Kota Bandung untuk memastikan fasilitas dan infrastruktur bisa menunjang kunjungan wisata, diantaranya perbaikan kerusakan akibat membeludaknya kunjungan wisawan pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung kembali menutup sementara kawasan Babakan Siliwangi (Baksil) dan Alun-alun Bandung setelah melakukan evaluasi terhadap kapasitas, keselamatan, dan kesiapan fasilitas publik.

Penutupan dilakukan menyusul tingginya jumlah pengunjung yang tidak sebanding dengan daya tampung kawasan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan wisatawan atas penutupan tersebut.

“Saya harus minta maaf, promosinya lebih bagus daripada kenyataannya,” kata Farhan di Bandung, Rabu (7/1).

Baca Juga:Merasa Dirugikan Soal Investasi Tambang, WNA Asal Korea Gugat Seorang Warga Kota Bandung ke Pengadilan Negeri Pemkab Bandung Barat Lawan Tafsir Palawi Soal Pajak Wisata

Farhan mengakui kedua fasilitas publik itu dibuka dan dipromosikan ketika kapasitasnya belum sepenuhnya siap. Kondisi tersebut, menurut dia, memicu ketimpangan antara daya tampung kawasan dan jumlah pengunjung.

“Kapasitas baru sekitar 65 persen, tapi yang datang 100 persen. Itu yang menimbulkan kejadian yang tidak perlu,” ujarnya.

Dia menegaskan pengelolaan fasilitas publik harus mengutamakan standar keselamatan dan kenyamanan. “Kalau potensi 10 ribu orang, kapasitas harus 11 ribu. Bukan sebaliknya,”tegas Farhan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung sempat membuka kembali kawasan Hutan Kota Babakan Siliwangi usai revitalisasi dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.

Pembukaan itu, dilakukan sejak pekan terakhir Desember 2025 untuk dimanfaatkan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung, Yuli Ekadianty, mengatakan pembukaan dilakukan setelah proses revitalisasi rampung.

Sejumlah perbaikan dilakukan, mulai dari pembangunan pembatas skywalk dengan area hutan, gapura jalur masuk, hingga perbaikan fasilitas penunjang.

Baca Juga:4 Motor Bebek Terbaik 2026 di Bandung: Irit, Tangguh, dan Nyaman untuk HarianLibur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Bandung Barat Tembus 333 Ribu

“Terus juga kita ada perbaikan untuk fasilitas musolah, toilet, gitu, ya. Terus juga ada penataan untuk kolam air di sana. Ada perbaikan kirmir juga, penambahan lampu. Sama ada sedikit untuk bermain anak, gitu,” kata Yuli, beberapa waktu lalu.

Selain fasilitas, pemerintah juga menata taman dengan menambahkan tanaman hias untuk melengkapi karakter Babakan Siliwangi sebagai hutan kota.

“Kita ada bikin taman, ya. Jadi untuk mempercantik,” ujarnya.

Babakan Siliwangi selama ini menjadi salah satu penyumbang utama ruang terbuka hijau di Kota Bandung. Saat ini, proporsi ruang terbuka hijau kota baru mencapai 12,56 persen.

0 Komentar