JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia mengklaim pihaknya terus melakukan upaya negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS). Salah satunya melalui rapat terbatas atau ratas yang digelar di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin.
Pembahasan negosiasi tarif AS itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti ratas, yang membahas perkembangan finalisasi perundingan tarif antara kedua negara.
Rapat terbatas tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri oleh sejumlah menteri terkait, diantaranya Menko Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Baca Juga:Makin Untung, Purbaya Beri PPN DTP Rumah 100 Persen Sepanjang 2026!Naik Signifikan, KAI Catat Penjualan Tiket Tembus 4,1 Juta di Nataru 2025/2026
Pertemuan berlangsung lebih dari dua jam sebelum Presiden Prabowo bertolak ke kawasan GBK, Senayan, untuk menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025.
Airlangga menjelaskan bahwa ratas tersebut membahas kondisi ekonomi makro nasional serta progres terkini negosiasi tarif AS yang saat ini telah memasuki tahap akhir.
“Tadi kita bahas kondisi ekonomi makro, juga progres daripada perundingan dengan Amerika Serikat. Mungkin yang lain menunggu besok karena besok ada retret,” ujarnya, dikutip Selasa (6/1/2026).
Menurut Airlangga, perundingan tarif dengan Amerika Serikat kini berada pada fase pengecekan akhir dan penyusunan draf perjanjian. Tahap selanjutnya adalah pembahasan detail poin-poin perjanjian oleh tim negosiasi dari kedua negara.
Pertemuan lanjutan dalam rangka negosiasi tarif AS dijadwalkan berlangsung pada 12–19 Januari 2026 di Washington D.C., Amerika Serikat. Agenda utama pertemuan tersebut adalah legal drafting secara rinci terhadap dokumen perjanjian.
“Itu tanggal 12–19 Januari. Fokusnya legal drafting detail,” kata Airlangga.
Sebelumnya, pada pekan terakhir Desember 2025, Airlangga juga telah bertemu dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C.
Baca Juga:Kemenkeu Berikan Pembebasan PPh Pasal 21 bagi Pekerja Lima Sektor Padat Karya di 2026Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tak Naik, Jaga Daya Beli Masyarakat?
Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam finalisasi perundingan terkait tarif impor sebesar 19 persen yang dikenakan Pemerintah AS terhadap produk asal Indonesia.
Airlangga menjelaskan, pada minggu kedua Januari 2026, tim perundingan Indonesia dan AS akan melakukan pengecekan akhir draf perjanjian melalui proses legal scrubbing dan clean-up document yang ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu.
