Selanjutnya, pada minggu ketiga Januari 2026, dokumen perjanjian perdagangan timbal balik atau agreements on reciprocal trade (ATR) ditargetkan rampung.
Dalam pertemuan dengan USTR, Airlangga menyebut bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati substansi utama dalam draf perjanjian perdagangan timbal balik sebagai bagian dari negosiasi tarif AS.
Indonesia, lanjut Airlangga, berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk Amerika Serikat, mengatasi berbagai hambatan non-tarif, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan digital dan teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial lainnya.
Baca Juga:Makin Untung, Purbaya Beri PPN DTP Rumah 100 Persen Sepanjang 2026!Naik Signifikan, KAI Catat Penjualan Tiket Tembus 4,1 Juta di Nataru 2025/2026
Sementara itu, Amerika Serikat berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS. Produk tersebut antara lain minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, serta berbagai komoditas strategis lainnya.
