JABAR EKSPRES – Menteri Koperasi (MenKop), Ferry Juliantono, meninjau Pabrik Pengelolaan Susu Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin (22/12/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan koperasi dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.
Dalam kunjungannya, Ferry meninjau dapur produksi MBG dan mendatangi salah satu sekolah dasar penerima manfaat program tersebut. Ia menyebut sebagian produk yang dikonsumsi para siswa, termasuk susu, berasal dari KPBS Pangalengan.
Baca Juga:Kesabaran Berbuah Gol, Ramon Tanque Menjelma Jadi Bomber MematikanWiliam Marcilio Tutup Bab di Persib dengan Sikap Hormat dan Syukur
Selain itu, Ferry menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama antara KPBS dengan sejumlah koperasi dalam rangka menyuplai kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kerja sama tersebut juga melibatkan Koperasi Desa Merah Putih di sekitar wilayah Pangalengan.
Ia mengungkapkan, KPBS merupakan koperasi yang telah berdiri sejak 1969 dan memiliki peran strategis dalam pengembangan industri susu nasional. Namun, menurutnya, teknologi pengolahan susu yang ada perlu ditingkatkan agar lebih berdaya saing.
“Koperasi Peternak Bandung Selatan ini sudah berdiri sejak tahun 1969. Teknologi pasteurisasi yang dimiliki sebenarnya perlu dikembangkan. Ada dua pilihan, meningkatkan proses sterilisasi atau membangun lini pabrik baru untuk memproduksi susu UHT,” jelasnya saat ditemui.
Ferry menegaskan, pengembangan produksi susu UHT menjadi penting karena memiliki daya simpan lebih lama dibanding susu pasteurisasi.
Selain itu, ia memastikan pemasaran produk tidak menjadi kendala karena akan diserap melalui jaringan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
“Alasan saya mendorong KPBS masuk ke industri susu UHT karena kita tidak perlu khawatir soal pemasaran. Produk UHT maupun susu pasteurisasi nantinya dijual melalui gerai koperasi desa dan kelurahan Merah Putih yang dikelola secara modern,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) siap mendukung pembiayaan apabila KPBS membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan industri pengolahan susu.
Baca Juga:PWNU Jabar dan 27 PCNU Tegaskan Sikap, Dorong Islah dan Jaga Marwah PBNUJawa Tengah Terbang Tinggi, Rute Penerbangan Baru Picu Investasi dan Kunjungan Wisata
“Saya dampingi langsung Ketua KPBS bersama Direktur Utama LPDB yang siap membantu apabila koperasi membutuhkan pembiayaan tambahan. Kementerian Koperasi akan mendukung penuh koperasi masuk ke industri pengolahan susu hingga memproduksi susu UHT,” ujarnya.
