Dinilai Bisa Jadi Aset Ekonomi Hijau, DTI akan Tingkatkan Kebun Teh Rakyat 

Dinilai Bisa Jadi Aset Ekonomi Hijau, DTI akan Tingkatkan Kebun Teh Rakyat 
Ilustrasi kebun teh rakyat yang memiliki aset ekonomi. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

“Kita perlu memikirkan bagaimana nilai ekologinya, termasuk potensi carbon trading, bisa diangkat dan memberi manfaat langsung bagi petani,” kata ketua DTI itu.

Selain karbon, pengembangan ekowisata dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah kebun teh. Lanskap perkebunan teh yang khas, udara sejuk, serta budaya lokal di sekitarnya memiliki daya tarik kuat bagi pariwisata, termasuk wisatawan internasional.

“Eco-tourism di kawasan kebun teh itu value-nya banyak. Tidak hanya ekonomi, tapi juga memperkuat kesadaran lingkungan dan menjaga keberlanjutan kebun itu sendiri,” ujarnya.

Baca Juga:Kementan Pastikan Pasokan Daging Sapi Aman, Peternak Terlindungi Jelang Akhir Tahun14,6 Juta UMKM Transformasi ke Sektor Formal, Serap Jutaan Tenaga Kerja 

Ia pun menekankan, peningkatan nilai ekonomi menjadi prasyarat utama agar petani mau dan mampu merawat kebunnya. Selama produksi rendah dan harga tidak menarik, petani cenderung meninggalkan kebun atau mengelolanya secara minimal.

“Petani akan merawat kebunnya kalau ada nilai ekonomi yang jelas. Kalau kebun memberi penghidupan yang layak, perawatan akan berjalan dengan sendirinya,” katanya.

Untuk itu, DTI membuka peluang kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, pelaku industri, dan lembaga lingkungan guna merancang skema terpadu yang menggabungkan produksi teh, pelestarian lingkungan, serta penciptaan sumber pendapatan baru bagi petani.

0 Komentar