Keistimewaan Bulan Rajab, Bulan Pemberhentian Menuju Ramadhan

ILUSTRASI Bulan Rajab yang penuh dengan keistimewaan. (freepik)
ILUSTRASI Bulan Rajab yang penuh dengan keistimewaan. (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Mendekati bulan Rajab 1447 Hijriyah yang tahun ini akan jatuh pada hari Minggu, 21 Desember 2025, banyak hal yang perlu kita siapkan, salah satunya mengetahui apa saja keistimewaan bulan tersebut, dan apa yang harus kita lakukan didalamnya.

Melansir sebuah tulisan yang disusun oleh Ustadz Fata Fahmi Fikri, pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Mafaza Indonesia, Cibiuk, Garut, yang berjudul “Rajab: Bulan Haram, Momentum Berhenti dan Berbenah”, ada yang menarik tentang bulan Rajab, apakah itu?, berikut pemaparan lengkapnya.

Tak lama lagi umat Islam akan memasuki bulan Rajab, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah. Bagi sebagian orang, Rajab mungkin terasa seperti bulan biasa. Padahal, dalam Islam, Rajab adalah titik jeda—waktu untuk berhenti sejenak, menata ulang kebiasaan, dan menyiapkan diri menuju Ramadhan.

Apa Itu Bulan Haram?

Allah berfirman:

Baca Juga:BMKG Ingatkan Waspada Banjir Hingga 20 Desember 2025, Ini Potensi Wilayahnya Hati-hati yang Suka Belanja Online,  OJK Peringatkan Banyak  Modus Penipuan Baru di Akhir Tahun

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram. Maka janganlah kalian menzalimi diri kalian pada bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Bulan haram bukan berarti di bulan lain dosa dibolehkan. Namun, di bulan-bulan ini, larangan maksiat ditegaskan lebih kuat. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa dosa yang dilakukan pada waktu yang dimuliakan lebih berat nilainya dibanding waktu biasa.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa larangan “menzalimi diri” pada ayat tersebut mencakup seluruh bentuk maksiat, dan penekanannya menjadi lebih besar di bulan haram (Tafsir Ibnu Katsir).

Mengapa Rajab Disebut “Rajab Mudhar”?

Rasulullah ﷺ bersabda:“Dalam setahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram: tiga berurutan—Dzulqa‘dah, Dzulhijjah, dan Muharram—dan Rajab Mudhar yang berada antara Jumada dan Sya‘ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rajab disebut “Mudhar” karena suku Mudhar dikenal sangat menjaga kehormatan bulan ini, tidak mengubah waktunya, dan tidak melanggarnya. Rajab juga berdiri sendiri, terpisah dari tiga bulan haram lain yang berurutan. Seolah Allah memberi ruang khusus bagi manusia untuk berhenti, berpikir, dan bersiap.

0 Komentar