Disperkim: Alokasi Program Rutilahu 2027 Masih Dihitung

Disperkim: Alokasi Program Rutilahu 2027 Masih Dihitung
Permukiman padat penduduk di Kota Bandung. (Foto: Son/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) masih menaksir alokasi program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk 2027. Itu berkaitan dengan Aplikasi Imah Aing yang baru diluncurkan.

Kepala Disperkim Jawa Barat Rudi Hermawan menjelaskan, alokasi anggaran untuk kegiatan tersebut belum ditetapkan. Termasuk jumlah unit yang akan di-cover pada periode 2027 nanti.

“Untuk 2027 nanti diverifikasi tim rutilahu. Lalu anggaran juga belum final. Berapa besaran yang akan dialokasikan TAPD,” jelasnya, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga:Fitur Imah Aing Dibuka, Warga Jabar Kini Bisa Ajukan Perbaikan RutilahuSantuni 1.448 Anak Yatim dan Resmikan Rutilahu, Cucun Dorong Penguatan Kepedulian Sosial

Rudi melanjutkan, pembahasan juga masih maraton. Mengingat alokasi anggaran itu perlu kesepakatan juga dengan pihak DPRD Jawa Barat. Kesepakatan itu nantinya juga akan diparipurnakan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) merealisasikan inovasi untuk memudahkan masyarakat mengakses program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Kini, fitur Imah Aing sudah dapat diakses melalui aplikasi Sapawarga.

Fitur Imah Aing merupakan salah satu inovasi Pemprov Jabar yang ditujukan untuk memudahkan masyarakat melaporkan kondisi rumah sekaligus mengajukan bantuan perbaikan rutilahu.

Masyarakat Jawa Barat dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk mengajukan perbaikan rumah yang dinilai tidak layak huni kepada Pemprov Jabar.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, inovasi tersebut diluncurkan sebagai respons terhadap masih banyaknya rumah tidak layak huni di masyarakat. Terlebih, belum seluruh rutilahu terdata sehingga pemiliknya belum dapat mengakses bantuan.

Karena itu, Pemprov Jabar mendorong masyarakat untuk melaporkan rumah yang membutuhkan perbaikan agar dapat didata dan ditindaklanjuti melalui program rutilahu.

“Jadi, silakan diakses. Ini untuk menyelesaikan berbagai masalah rutilahu,” kata Dedi, Jumat (14/8). (son)

0 Komentar