Proyek Drainase di Cimahi Berdampak pada Penebangan Sejumlah Pohon, DPUPR: Ganggu Konstruksi

Proyek Drainase di Cimahi Berdampak pada Penebangan Sejumlah Pohon, DPUPR: Ganggu Konstruksi
PUPR Cimahi menyiapkan penanganan sejumlah pohon untuk proyek drainase di Jalan Raden Demang Hardjakusumah. (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah pohon di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Cihanjuang, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, akan dipangkas hingga dipotong untuk mendukung pembangunan saluran drainase. Penanganan pohon dilakukan setelah kajian teknis menunjukkan keberadaan akar berpotensi mengganggu trase dan konstruksi drainase.

Pekerjaan tersebut disiapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi. Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak pekerjaan terhadap lalu lintas, lingkungan, dan aktivitas warga di sekitar lokasi.

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Cimahi, Hendra Gunawan, mengatakan pelaksanaan pekerjaan akan melibatkan rekayasa lalu lintas bersama Dinas Perhubungan dan Polres Cimahi.

Baca Juga:Pohon di Jalan Raden Demang Hardjakusumah Cimahi Berpotensi Dipangkas untuk Proyek DrainaseDrainase Sempit dan Sedimen Jadi Penyebab Banjir, PUPR Cimahi Terkendala Anggaran Pelebaran

Mitigasi yang disiapkan antara lain pemasangan rambu dan pembatas area kerja, penempatan petugas pengatur lalu lintas, serta memastikan akses masyarakat di sekitar lokasi tetap dapat digunakan.

“Selama pekerjaan berlangsung akan dilakukan monitoring dan evaluasi lapangan untuk memastikan gangguan terhadap lalu lintas, lingkungan, dan aktivitas masyarakat di Jalan Raden Demang Hardjakusumah dapat diminimalkan,” kata Hendra kepada Jabar Ekspres, Rabu (19/8/2026).

Hendra mengatakan keputusan terhadap pohon tidak dilakukan semata-mata untuk memuluskan pekerjaan konstruksi. Evaluasi teknis mempertimbangkan posisi akar, trase drainase, kedalaman galian, hingga kondisi kesehatan pohon.

Ia menuturkan, penanganan pohon akan mempertimbangkan kondisi dan aspek keselamatan, dan pohon yang terdampak menurut laporan sekitar 32 pohon.

Menurut dia, akar utama sejumlah pohon berada pada jalur atau kedalaman galian drainase sehingga berpotensi menghambat pekerjaan.

“Pemotongan akar berpotensi mengganggu stabilitas atau keselamatan pohon. Akar berpotensi merusak atau mengganggu fungsi konstruksi drainase,” ujar Hendra.

Ia menambahkan, opsi untuk menggeser trase maupun mengubah metode konstruksi juga telah menjadi bagian dari pertimbangan teknis. Namun, terdapat kondisi tertentu yang membuat pohon tetap tidak dapat dipertahankan.

Baca Juga:Jalan Ambles di Depan Kantor Wali Kota Cimahi, Diduga Akibat Drainase Tersumbat dan Hujan DerasJadi Pemicu Banjir Bandang, Wakil Wali Kota Cimahi Minta Drainase Cireundeu di Cek Ulang

Hal itu antara lain apabila pohon sudah dalam kondisi tidak sehat atau keberadaannya berpotensi membahayakan keselamatan.

Soal akuntabilitas dan reboisasi, Hendra mengatakan jumlah bibit pengganti belum ditetapkan. Besaran penggantian akan ditentukan setelah proses koordinasi dan verifikasi dilakukan sesuai ketentuan teknis yang berlaku.

0 Komentar