JABAR EKSPRES – Panitia karnaval HUT ke-81 RI di Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), membantah adanya pembacokan dalam keributan yang terjadi saat iring-iringan berlangsung, Senin (17/8/2026).
Ketua Panitia Perayaan Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Tagogapu, Willy Hardiansyah, memastikan keributan yang terekam dalam video dan beredar di media sosial tersebut tidak melibatkan penggunaan senjata tajam.
“Memang ada keributan di tengah peserta karnaval, tetapi tidak ada pembacokan. Kalau ada yang mengalami luka, itu luka ringan dan bukan karena terkena benda tajam,” ujar Willy saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga:Sekolah Rakyat Bandung Barat di Ujung KetidakpastianDLH Bandung Barat Identifikasi Perusahaan yang Diduga Cemari Sungai Cihaur
Ia menjelaskan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB setelah upacara bendera tingkat Desa Tagogapu selesai digelar di lapangan desa. Kericuhan pecah ketika rombongan peserta mulai bergerak mengikuti iring-iringan karnaval.
Menurut Willy, situasi diduga dipicu oleh sejumlah peserta yang berada dalam pengaruh minuman keras. Panitia sempat mengira pihak yang terlibat merupakan warga Desa Tagogapu.
“Setelah kami telusuri, ternyata ada peserta dari luar wilayah yang ikut dalam karnaval. Mereka diduga dalam pengaruh minuman keras sehingga terjadi keributan,” katanya.
Keributan tersebut kemudian segera dihentikan oleh panitia dan warga yang berada di lokasi. Pihak-pihak yang terlibat selanjutnya dipertemukan untuk menyelesaikan persoalan secara damai.
“Panitia langsung mengambil langkah untuk menghentikan keributan. Setelah itu pihak-pihak yang terlibat kami pertemukan supaya persoalannya tidak berlanjut dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya.
Berdasarkan pendataan panitia, terdapat tujuh orang yang mengalami luka ringan dalam insiden tersebut. Mereka terdiri dari satu anak-anak dan enam orang dewasa.
“Yang mengalami luka ada tujuh orang, satu anak dan enam dewasa. Kondisinya sudah pulih dan tidak ada yang sampai harus dirawat di rumah sakit,” jelasnya.
Baca Juga:Bea Cukai Gagalkan 32 Kasus Ekspor Emas Ilegal Senilai Rp846 MiliarEkspor Perikanan ke Singapura Tembus Rp125 Miliar hingga Mei 2026
Willy kembali menegaskan, pihaknya tidak menemukan adanya korban yang mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait kejadian tersebut.
Insiden itu kini menjadi bahan evaluasi panitia. Pengawasan terhadap peserta akan diperketat, termasuk memastikan tidak ada peserta yang membawa atau mengonsumsi minuman keras selama kegiatan berlangsung.
