JABAR EKSPRES – Di tengah hiruk-pikuk perayaan kemerdekaan yang kerap dirayakan dengan pawai, warga Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, memilih cara yang berbeda. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan Usaha Tani Eretan, Dusun Cikole Kulon, untuk menggelar tradisi Botram Salembur pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan makan bersama se-desa ini menjadi puncak peringatan HUT ke-81 RI sekaligus ungkapan syukur atas ketahanan pangan yang terus meningkat di daerah tersebut.
Suasana kebersamaan terasa begitu kental saat lebih dari 1.000 warga dari lima dusun duduk lesehan di atas alas tikar yang dibentangkan sepanjang jalan setapak di tengah pesawahan. Masyarakat membawa bekal makanan dari rumah masing-masing untuk kemudian disantap bersama tanpa memandang status sosial.
Baca Juga:Ijan Sukses Kembangkan Budidaya Ikan Bebeong Khas Sungai Citanduy, Perkilo Capai Rp150 RibuMenepis Isu Kering, BBWS Citanduy Tegaskan Proyek Irigasi Cikunten II Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan
Tak hanya warga biasa, acara ini juga dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa Cijulang, Badan Permusyawaratan Desa, santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Utsmaniyyah, siswa TK Cendrawasih, serta RA Al-Amin.
Kehadiran Camat Cihaurbeuti Enok Kursilah beserta unsur Forkopimcam dan Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triadi menambah semarak kegiatan. Mereka tampak larut dalam kebersamaan dengan menyantap hidangan yang disiapkan oleh warga setempat.
Beragam kuliner khas daerah memenuhi alas tikar para peserta. Olahan ikan endemik Sungai Citanduy seperti ikan bebeong atau baung, ikan nilem atau tawes, menjadi primadona yang paling banyak ditemui. Tak ketinggalan tutug oncom, sambal, dan aneka lauk pauk khas Sunda lainnya turut memeriahkan sajian di atas tikar.
Kepala Desa Cijulang, Endang Hidayat menjelaskan bahwa Botram Salembur merupakan rangkaian acara puncak dari peringatan kemerdekaan yang telah berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya. Berbagai kegiatan seperti jalan sehat, pertandingan sepak bola ibu-ibu, dan upacara bendera telah digelar sebagai pemanasan sebelum puncak acara ini.
“Jalan Usaha Tani Eretan yang memiliki panjang hampir tiga kilometer ini direncanakan akan diusulkan untuk peningkatan jalan menjadi hotmix hingga ke pinggir Sungai Citanduy pada tahun 2027. Rencana tersebut sejalan dengan pengembangan potensi wisata arum jeram di kawasan yang diyakini mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” katanya.
