Magister PAI UM Bandung Buka Pendaftaran, Siapkan Pendidik Hadapi Perubahan Zaman

Magister PAI UM Bandung Buka Pendaftaran, Siapkan Pendidik Hadapi Perubahan Zaman
Magister PAI UM Bandung Buka Pendaftaran, Siapkan Pendidik Hadapi Perubahan Zaman. Foto Dok Humas UM Bandung
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung membuka pendaftaran mahasiswa baru Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk tahun akademik 2026/2027.

Program tersebut menyasar guru, dosen, praktisi pendidikan, pengelola lembaga pendidikan, hingga lulusan S1 yang ingin meningkatkan kompetensi akademik dan profesional.

Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru dan Promosi UM Bandung Abdul Rohim mengatakan, program Magister PAI tidak hanya diarahkan untuk memberikan gelar akademik tambahan.

Baca Juga:Pengalihan Status Guru PPPK Diklaim Tak Ganggu FiskalUM Bandung Sesuaikan Kurikulum Ekonomi Syariah, Siapkan Lulusan Hadapi AI dan Industri Halal

Lebih dari itu, program tersebut disiapkan untuk membentuk pendidik yang mampu merespons perubahan dan persoalan pendidikan Islam di tengah masyarakat.

“Pendidikan bukan hanya soal mengajar, tetapi membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Abdul Rohim di UM Bandung, Rabu (19/8/2026).

Menurut dia, mahasiswa Magister PAI akan dibekali kompetensi akademik sekaligus kemampuan profesional agar mampu menghasilkan gagasan dan inovasi pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kurikulum yang diterapkan memadukan kajian Pendidikan Agama Islam dengan pendekatan akademik yang aplikatif. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kemampuan analisis, penelitian, serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan.

“Melalui Magister PAI, kami ingin membekali para pendidik dan praktisi pendidikan dengan kompetensi yang lebih matang, baik secara akademik maupun profesional,” katanya.

Sebagai bagian dari lingkungan pendidikan tinggi Muhammadiyah, program tersebut juga memperkuat mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk lulusan yang memiliki kemampuan akademik sekaligus pemahaman keislaman dan nilai-nilai Muhammadiyah.

Baca Juga:Menkeu: Dana BNPB Siap Tangani Bencana NTTKapan Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Diberikan? Ini Kata Menperin!

“Melalui AIK, mahasiswa tidak hanya dibekali keilmuan akademik, namun wawasan keislaman dan kemuhammadiyahan yang menjadi ruh dari setiap lulusan UM Bandung dan kampus-kampus Muhammadiyah di Indonesia,” tutur Abdul.

Ia menyebut, kompetensi yang diperoleh selama menempuh Magister PAI juga dapat membuka peluang karier yang lebih luas.

Lulusan tidak hanya diarahkan menjadi pendidik, tetapi juga berpeluang berkarier di bidang penelitian, pengembangan kurikulum, manajemen pendidikan, lembaga keagamaan hingga pemerintahan.

Abdul berharap lulusan Magister PAI nantinya mampu mengambil peran lebih besar dalam mendorong pembaruan pendidikan Islam.

0 Komentar