JABAR EKSPRES – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pemerintah mempercepat penanganan infrastruktur wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Dalam kunjungan kerja ke Bandung, pada Jumat (12/12/2025) sore, AHY mengaku baru kembali dari peninjauan lapangan di sejumlah daerah yang mengalami kerusakan parah.
“Saya 2 hari yang lalu baru kembali bersama tim dari daerah bencana. Khususnya kami kemarin jalan darat dari Medan kurang lebih hampir 4 jam tembus ke Aceh Tamiang,” ujar Agus di lokasi.
Baca Juga:Soal Pemulihan Bencana Sumatera, AHY: Butuh Anggran Rp50 Sekian TriliunProgres Flyover Nurtanio Capai 87,7 Persen, Menko Agus Harimurti Tinjau Lokasi
Selain Aceh Tamiang, dirinya juga meninjau Aceh Tengah dan beberapa wilayah terdampak lain di Sumatera Utara. Dia menyebut Aceh Tamiang sebagai salah satu daerah dengan dampak terparah.
“Masih banyak keterbatasan akses dan ini berlaku di 3 provinsi. Banyak jalan yang putus atau jembatan yang juga hancur,” katanya.
Menurut Agus, prioritas pemerintah saat ini adalah menyambungkan kembali akses jalan meski secara temporer. “Kalau untuk membangun jembatan atau jalan yang permanen butuh waktu. Sekian bulan ke depan pastinya, tapi tidak bisa menunggu itu,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah mengerahkan alat berat sebanyak mungkin untuk menjangkau titik longsor dan membersihkan daerah yang terputus.
Dia juga menyebut upaya pembangunan jembatan perintis untuk memastikan distribusi logistik berjalan. “Kita bantuan siap, tetapi kalau ruas jalannya, aksesnya masih terputus, maka sulit,” sebutnya.
Agus menyoroti pula kerusakan rumah warga. Ia menyebut kategori kerusakan beragam, mulai dari rusak ringan hingga hilang tersapu arus. “Lebih banyak yang saya lihat kemarin di Tamiang itu rusak berat,” katanya.
Pemerintah, kata Agus, telah berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian PUPR, serta BNPB untuk memetakan kebutuhan secara lebih detail.
Baca Juga:Kapal Pertamina Terus Bergerak: Antarkan Energi dan Harapan ke SumatraPulihkan Ekonomi Sumatera, Pemerintah Janji Percepat Penyaluran KUR
Dia mengatakan peran pembangunan infrastruktur biasanya lebih dominan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi setelah masa tanggap darurat. Namun pemerintah memilih bekerja paralel untuk mencegah keterlambatan.
“Paling penting mengidentifikasi termasuk menghitung berapa yang dibutuhkan untuk rekonstruksi atau rehabilitasi nanti,” ujar Agus.
