JABAR EKSPRES – Pemerintah menyebut bahwa kebutuhan anggaran untuk pemulihan bencana di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh mencapai lebih dari Rp50 triliun.
Perkiraan anggaran pemulihan bencana Sumatera itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam doorstop usai agenda Balairung Dialogue 2025 di Jakarta, Selasa.
“Saya baru saja kemarin berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum. Kalkulasi awalnya membutuhkan anggaran Rp50 sekian triliun.” ujarnya, dikutip Rabu (10/12/2025).
Baca Juga:Manfaat KUR Perumahan Mulai Dirasakan UMKM, Benarkah?Kemen PU Beri Dikson Tarif Tol Periode Nataru, Ini Jalur dan Jadwalnya!
Kisaran anggaran tersebut, kata dia, hanya kalkulasi awal yang sangat memungkinkan mengalami perubahan. “Kalkulasi awal ya, ini tentu tidak bisa saya katakan definitif karena masih terus berkembang,” lanjutnya.
Menurutnya, data tersebut terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Ia juga mengaku telah meminta agar kebutuhan anggaran terus diperbaharui, sebagaimana kebutuhan penyelesaian fase tanggap darurat bencana yang diperpanjang, serta tahapan percepatan rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.
AHY menyampaikan bahwa, jajaran kementerian terkait telah diminta Presiden Prabowo Subianto untuk menghitung anggaran yang dibutuhkan, dalam penanganan bencana di lapangan.
“Tidak boleh ada hal-hal yang tidak kita lakukan secara cepat, tapi juga tidak boleh grasah-grusuh, karena membangun kembali juga bukan berarti yang penting cepat, tapi juga harus kualitasnya bagus, karena jangan sampai kemudian juga tetap rentan terhadap bencana itu,” kata Menko IPK.
Secara keseluruhan, infrastruktur terdampak bencana di ketiga Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar ada di 52 kabupaten. Mulai dari kerusakan1,2 ribu fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan, 534 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung/kantor, 435 jembatan, 259 akses terdampak, 163 akses terputus, 101 jalan terputus, dan 62 jembatan terputus.
Selain itu, juga kerusakan 156,5 ribu rumah dengan rincian 143.427 rusak berat, 2.298 rusak sedang, dan 10.808 rusak ringan.
Baca Juga:Cukai MBDK Belum Diterapkan, Menkeu: Tunggu Eknomi Tumbuh 6 PersenPulihkan Ekonomi Sumatera, Pemerintah Janji Percepat Penyaluran KUR
Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengumumkan akan berangkat ke Sumut dan Aceh, khususnya Aceh Tamiang, untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan dengan efektif pasca bencana hidrometeorologi.
“Saya siang hari ini akan kembali ke Sumatera Utara dan ke Aceh, khususnya Aceh Tamiang, yang juga merupakan salah satu daerah yang paling buruk terdampak bencana. Saya ingin lihat secara langsung, sekaligus memastikan pekerjaan di lapangan ini bisa berjalan dengan taktis dan efektif,” ungkap dia.
