Bupati Bogor: Masjid Raya Nurul Wathon Berpotensi Jadi Pusat Perputaran Ekonomi

Bupati Bogor berfoto bersama. Foto Sandika Jabar Ekspres
Bupati Bogor berfoto bersama. Foto Sandika Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa pembangunan Pusat Pelayanan Haji dan Umroh berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Bogor.

Ia menjelaskan, selain pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon dan replika Ka’bah, pada tahun 2026 pemerintah daerah juga akan membangun hotel khusus bagi jemaah haji serta melibatkan para pelaku UMKM dalam pengelolaannya.

Tak hanya itu, akan hadir pula pusat bisnis, termasuk ballroom yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai acara, seperti pesta pernikahan.

Baca Juga:Fitri Salhuteru Penuhi Panggilan Polda Jabar Terkait kasus Pencemaran Nama BaikĀ Hutan Kritis, Ancaman Bencana Makin Nyata!

“Kalau hari ini baru terlihat masjidnya, maka pada 2026 akan terlihat lebih lengkap. Bukan hanya hotel haji, tetapi juga pelaku UMKM yang dilibatkan,” ujar Rudy, Rabu (10/12/2025).

“Ada klinik, ada pusat bisnis. Salah satunya aula atau ballroom. Nanti kalau menikah bisa di masjid, pestanya di ballroom, dan menginap di hotel,” lanjutnya.

Rudy menambahkan, pendapatan dari kawasan tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan keumatan secara berkelanjutan.

“Pendapatan itu nantinya digunakan untuk kegiatan keumatan dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Pengelolaan kawasan tersebut akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bekerja sama dengan berbagai organisasi keumatan di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji Anzar menilai bahwa pusat pelayanan Haji dan Umroh tersebut berpotensi menjadi pusat peradaban sekaligus ekosistem ekonomi baru di Kabupaten Bogor. Menurutnya, keberadaan masjid dan hotel dalam satu kawasan menjadikan tempat ini memiliki nilai strategis.

“Karena membangun masjid dan hotel haji sekaligus, kawasan ini dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi haji dan umroh di Kabupaten Bogor dan sekitarnya,” kata Anzar.

0 Komentar