JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengambil langkah tegas terkait alih fungsi lahan di kawasan Bandung Raya.
Salah satunya dengan menerbitkan surat edaran untuk menghentikan sementara penerbitan izin perumahan di wilayah tersebut.
Surat edaran itu ditandatangani Gubernur Dedi Mulyadi pada 6 Desember 2025. SE Nomor 177/PUR.06.02.03/DISPERKIM ini ditujukan kepada kepala daerah di wilayah Bandung Raya, yakni Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, dan Kota Cimahi.
Baca Juga:Dear Bobotoh! Ini Ungkapan Aki-Aki Gede Wadul Soal Masa Depan Dewangga di PersibBencana Datang Lebih Cepat, Jawa Barat Kian Rapuh oleh Kerusakan Alam
Dalam surat edaran tersebut, ada beberapa arahan penting. Salah satunya adalah menghentikan sementara penerbitan izin perumahan hingga adanya hasil kajian risiko bencana masing-masing Kabupaten/Kota dan/atau penyesuaian kembali rencana tata ruang wilayah.
Selain itu, kepala daerah diminta meninjau kembali lokasi pembangunan apabila terbukti berada di kawasan rawan bencana atau berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.
SE ini juga menekankan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap pembangunan rumah, perumahan, dan bangunan lainnya.
Tidak hanya itu, SE tersebut mendorong penanaman dan pemeliharaan pohon pelindung di kawasan perumahan dan permukiman.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengapresiasi kepala daerah yang telah menindaklanjuti SE ini. “Terima kasih kepada Bupati Bandung yang sudah merespon untuk melakukan penghentian berbagai izin perumahan dan pemukiman yang memiliki potensi terhadap terjadinya banjir dan longsor,” katanya, Senin (8/12).
Pria yang akrab disapa KDM itu menekankan bahwa langkah tegas ini perlu segera dilakukan. Jika tidak, dampaknya bisa sangat serius.
“Apabila hari ini tidak melakukan langkah-langkah tegas lalu merubah tata ruang, ruang-ruang terbuka itu dikembalikan lagi fungsinya. Maka saya jamin dalam 2-3 tahun ke depan, apabila hujan melanda, Bandung akan tenggelam,” katanya.
Baca Juga:Tambang Jabar Kian Brutal, Citatah Jadi Korban UtamaDBL Indonesia Buka Donasi ‘Assist for Sumatra’, Target Rp50 Juta dalam Dua Minggu
Menurutnya, kondisi Bandung cukup memprihatinkan. Posisi sungai sudah banyak di atas permukaan tanah. Ditambah hulunya juga sudah berubah jadi kebun sayur. “Daerah aliran sungainya sudah mengalami sedimentasi, bahkan penyempitan karena bangunan liar,” katanya.
Hal itu akan berdampak besar ketika hujan deras mengguyur. “Untuk itu sebelum terjadi peristiwa yang tidak di harapkan, sudah waktunya hari ini berbenah,” tukasnya. (son)
