JABAR EKSPRES – Politikus PKS Tedy Rusmawan turut merespon terkait polemik pembangunan Gapura Gedung Sate. Menurutnya hal itu belum mendesak.
Anggota Komisi I DPRD Jabar itu menguraikan, alokasi anggaran Pemprov sebaiknya diprioritaskan kepada hal yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Misalnya dari persoalan pendidikan hingga antisipasi kebencanaan.
Sektor sektor tersebut lebih mendesak dan patut di selesaikan sejak dini. “Menurut kami itu hal yang tidak substansi. Jadi perlu dipertimbangkan, ” jelasnya, Jumat (28/11).
Baca Juga:Kemeriahan “Semarak Akhir Tahun” Artotel Wanderlust Hadir di de Braga by ARTOTELTak Nyalakan Sein, Berujung Maut: Akademisi Bedah Faktor Psikologis di Balik Kekerasan Remaja
Tedy melanjutkan, selain soal Gapura, hal itu juga berlaku dengan rencana pembangunan Gapura atau gerbang masuk Jawa Barat. Pembangunan gerbang itu sama belum mendesaknya dengan Gapura Gedung Sate.
Tedy menegaskan bahwa ada persoalan yang jauh lebih penting dibandingkan proyek fisik yang bersifat simbolik. Seperti persoalan kemiskinan, pendidikan, rumah tidak layak huni, lapangan pekerjaan yang sulit, hingga permasalahan sosial lainnya yang menjadi pekerjaan rumah Pemprov Jabar.
“Karena sudah berjalan (pembangunan Gapura Gedung Sate. Red). Ya biarkan. Yang penting tidak terulang ke depannya. Harus sesuai prioritas, ” jelasnya.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kembali menegaskan alasannya terkait pembangunan Gapura Gedung Sate. Menurutnya, pagar Gedung Sate bukan heritage.
Hal itu diungkapkan Sabtu (22/11). “Pertama itu (pagar.red) bukan heritage, ” jelasnya saat ditemui di Gedung Sate.
Pria yang akrab disapa KDM itu melanjutkan, desain gapura mirip candi itu juga telah disusun oleh ahlinya. “Itu disusun berdasarkan analisis ahli, orang teknik sipil yang nyusunnya, ” bebernya.(son)
