JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi tengah berpacu dengan waktu untuk mengisi delapan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) yang kosong melalui proses open bidding yang kini memasuki fase krusial.
Kebutuhan akan kepemimpinan yang mumpuni menjadi semakin mendesak di tengah tuntutan 17 program prioritas wali kota serta kondisi anggaran yang disebut ekstraordinari oleh pejabat tinggi daerah.
Open bidding ini berada di bawah pengawasan ketat Panitia Seleksi (Pansel) yang terdiri dari lima tokoh, masing-masing membawa perspektif akademik, kelembagaan, dan internal pemerintahan.
Baca Juga:Kenaikan UMK Cimahi 2026 Belum Jelas, Pemkot Sebut Masih Tunggu Regulasi PusatPemkot Cimahi Janji Bongkar Bangunan Liar, Demi Pulihkan Fungsi Sungai?
Pansel tersebut ialah Prof. Agus Rektor Unjani yang menjadi ketua, kemudian Haji Kupu dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Dr. Sylvia dari Unjani, serta dua figur internal Pemkot Cimahi, yakni Sekda Maria Fitriana dan Plt Kepala BKPSDM Cimahi, Siti Fatonah.
Plt Kepala BKPSDM Cimahi, Siti Fatonah menegaskan tahun 2025 terdapat delapan JPT yang kosong. Namun, seleksi terbuka kali ini difokuskan pada tujuh jabatan terlebih dahulu.
“Jadi tahun 2025 ini kita punya delapan Jabatan Pimpinan Tinggi yang kosong. Sekarang yang kita laksanakan open bidding atau seleksi terbuka JPT tinggi pertama itu untuk tujuh dulu,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres di Aula B Pemkot Cimahi, Selasa (25/11/2025).
Ia menjelaskan, tujuh dinas tersebut telah masuk ke tahap lanjutan. Proses seleksi berlangsung ketat dan bertahap, mulai dari pendaftaran administrasi, assessment, tes kompetensi, penulisan makalah, hingga wawancara serta ekspos di hadapan pansel.
“Jadi tahapannya mulai dari kegiatan pendaftaran administrasi, kemudian kemarin kita memasuki assessment, bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),” jelasnya.
Proses assessment tersebut menjadi pintu masuk penting untuk memetakan kompetensi teknis dan kepemimpinan para peserta.
Setelah melalui tes kompetensi, Siti menjelaskan para peserta diwajibkan mengikuti penulisan makalah yang diselenggarakan pada hari Sabtu dan diawasi langsung oleh Sekda.
Baca Juga:Hadapi Tiga Masalah Mendesak, Pemkot Cimahi Perlu Bergegas Tangani Sampah, Pengangguran hingga BanjirTekan Angka Putus Sekolah, Pemkot Cimahi Salurkan Bantuan Sarpras untuk PAUD dan Pendidikan Kesetaraan
“Penulisan makalah ini menjadi tahap yang disebut paling ketat, itu penulisan makalah yang langsung diawasi oleh Ibu Sekda setelah PYB,” tegasnya.
Dalam sistem baru yang berbasis aplikasi, seluruh peserta wajib mengetik makalah di laptop masing-masing tanpa boleh membawa atau membuka dokumen apa pun.
