JABAR EKSPRES – Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa, Kota Bogor, berada di angka 0 sentimeter pada Jumat (24/7/2026) akibat menyusutnya aliran Sungai Ciliwung dari kawasan hulu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, debit air yang surut itu dimanfaatkan sejumlah warga untuk beraktivitas di sekitar bendung, mulai dari memancing hingga berenang.
Penjaga Bendung Katulampa, Muhamad Alwan, mengatakan saat TMA berada di angka 0 sentimeter, warga masih diperbolehkan memancing maupun bermain air dengan pengawasan ketat petugas.
Baca Juga:Satlantas Polres Tasikmalaya Dorong Kemandirian Panti Asuhan Lewat Bantuan Ternak dan PerikananSambut Milangkala ke-394, Lorong Merah Putih Cibahong Kembali Eksis Jadi Magnet Wisata dan UMKM
Namun, ketika TMA naik ke kisaran normal, yakni 10 hingga 40 sentimeter, aktivitas berenang tidak lagi diperbolehkan karena arus sungai menjadi lebih deras. Sementara aktivitas memancing tetap diperbolehkan dengan syarat dilakukan di lokasi yang aman, seperti di sisi atau pinggiran bendung dengan tetap berhati-hati.
“Kalau untuk mancing memang sudah dari dulu diperbolehkan, cuma di tempat yang aman. Untuk berenang sebenarnya kami sudah menghimbau dan juga melarang anak-anak, tapi karena pada ngeyel jadi ya sudah kami beri kelonggaran dengan pengawasan ketat dari petugas dan juga warga sekitar. Itu juga menyesuaikan kondisi TMA,” kata Alwan di Kota Bogor, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, meski kondisi air sedang surut, TMA dapat berubah dalam waktu singkat apabila terjadi hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung.
Karena itu, petugas terus memantau aktivitas masyarakat di sekitar bendung guna mengantisipasi kenaikan debit air secara tiba-tiba.
“Kami terus pantau dari pos karena dikhawatirkan tiba-tiba ada hujan di hulu, terus air naik atau ada yang jatuh,” ujarnya.
Masyarakat pun diimbau tetap mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar Bendung Katulampa serta selalu mengikuti arahan petugas, terutama ketika terjadi perubahan TMA secara mendadak.
