JABAR EKSPRES – Nama mantan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dikaitkan dalam sejumlah kasus keracunan massal menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah KBB.
Dugaan keterlibatan dirinya muncul seiring mengemukanya informasi bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sukatani yang memproduksi menu diduga menjadi sumber keracunan 21 siswa SMP Bina Karya, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah.
SPPG Sukatani disebut-sebut ada kaitannya dengan Aa Umbara. Namun ia membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa dapur itu merupakan usaha yang sepenuhnya dikelola oleh putranya, Andri Wibawa.
Baca Juga:PSSI Buka Suara Soal Timur Kapadze Latih Timnas Indonesia, Ternyata Belum Komunikasi?Mauro Zijlstra Jadi Tumpuan Baru Lini Depan Timnas U-22 di SEA Games 2025
Aa Umbara menuturkan, dirinya tidak terlibat dalam bisnis penyelenggaraan dapur SPPG di Bandung Barat.
Ia menyebut isu yang mengaitkan namanya dengan kasus keracunan tersebut hanya sebatas opini publik yang keliru. Kendati demikian, ia mengakui bahwa salah satu anaknya memang menjadi pelaksana program pemerintahan pusat itu di wilayah KBB.
“Dapur di Sukatani bukan saya, itu milik anak saya Andri. Biasa kalau isu omongan orang mah,” ujar Aa Umbara saat dihubungi, Jumat (14/11/2025).
Sementara itu, Andri Wibawa membenarkan bahwa dapur SPPG di Sukatani adalah miliknya.
Ia juga mengungkapkan saat ini memiliki total 15 dapur SPPG di Bandung Barat, dengan lima di antaranya sudah beroperasi, sedangkan yang lainnya masih dalam proses pembangunan dan penyelesaian dokumen legalitas.
“Betul di Sukatani itu milik saya. Jadi tidak ada kaitan dengan bapak (Aa Umbara). Saya mendapatkan kepercayaan ini murni karena pengalaman saya di bidang makanan dan minuman, pernah membuka kafe di Lembang, bukan karena koneksi bapak,” jelas Andri.
Meski namanya disebut dalam kasus keracunan, Andri enggan memastikan bahwa insiden yang dialami puluhan siswa tersebut benar berasal dari menu MBG yang diproduksi dapurnya.
Baca Juga:Joan Laporta Tegas Bantah Rumor Kembalinya Lionel Messi ke Barcelona pada 2026Tottenham Siap Tebus Takefusa Kubo Rp1 Triliun, Real Madrid Jadi Pihak yang Paling Untung
Ia menyatakan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diperkirakan keluar dalam sepekan mendatang.
“Kita tidak mau buru-buru menyimpulkan, karena hasil laboratorium belum keluar. Nanti setelah hasilnya terbit, baru kita tahu penyebab keracunan sebenarnya dari apa,” ujarnya.
