Menginjak Usia Enam Tahun, Partai Gelora Menata Langkah Menuju Indonesia Superpower Baru

Ketua DPW Partai Gelora Jabar, Rizky Rama (monk)
Ketua DPW Partai Gelora Jabar, Rizky Rama (monk)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Enam tahun bukan waktu yang panjang dalam perjalanan politik sebuah partai, tapi bagi Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), usia ini menjadi titik refleksi sekaligus pijakan baru.

Setelah enam tahun berjuang di gelanggang politik nasional sejak 28 Oktober 2019, Partai Gelora kini memasuki babak konsolidasi, sebuah masa jeda untuk menata langkah dan menimbang arah.

Di Jawa Barat, partai ini menegaskan arah baru, memperkuat struktur, membangun soliditas, dan tetap hadir di tengah masyarakat.

Baca Juga:Dorong Aglomerasi Solo Raya, Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Cita Loka Fest 2025!Jangkau 706 Desa, Program Speling Ahmad Luthfi  Bisa Diterapkan Secara Nasional!

Setelah melewati pasang surut Pemilu 2024, partai besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah itu kini menatap masa depan dengan langkah yang lebih terarah, membangun kekuatan dari akar rumput.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Jawa Barat, Rizky Rama, menyebut momen ulang tahun keenam ini sebagai fase penting untuk memperkuat struktur internal partai hingga ke tingkat desa.

“Kalau diibaratkan anak, umur enam tahun itu sudah mulai menunjukkan kreativitas dan kemauan luar biasa. Di usia ini, kami fokus ke penguatan struktur, sampai titik DPC, bahkan ke kelurahan dan desa,” ujarnya pada Jabar Ekspres, Kamis (6/11/25).

Menurut Rizky, konsolidasi itu penting, terutama di provinsi besar seperti Jawa Barat yang memiliki 50 juta penduduk, hampir 6.000 desa, dan 600 kecamatan.

Ia menegaskan, partai tidak hanya memperkuat struktur, tapi juga membangun soliditas kader dan memperluas penerimaan ide-ide kebangsaan di masyarakat.

“Kita bersyukur bahwa cita-cita Gelora, terutama tentang ide kebangsaan, mulai diterima luas. Itu semangat yang terus kami gelorakan,” katanya.

Rizky mengakui bahwa Gelora masih dalam proses belajar setelah Pemilu 2024.

“Hari ini memang kita belum ditakdirkan untuk menjadi bagian dari kursi pemerintahan. Tapi dari situ, kita banyak belajar,” ucapnya.

Baca Juga:Irjen Pol Rudi Setiawan Resmi Menyandang Gelar Doktor di UNAIRUlang Tahun APSIFOR ke-18: Inspirasi Billy Martasandy untuk Generasi Psikolog Muda

Ia menambahkan, pengalaman pemilu kemarin menjadi pelajaran berharga bagi kader untuk lebih peka terhadap isu-isu masyarakat.

“Jawa Barat itu punya kekhususan, dari segi budaya, kultur, dan perbedaan. Saya terus mendorong agar para kader lebih sensitif terhadap berbagai isu sosial yang muncul di masyarakat,” tutur Rizky.

0 Komentar