JABAR EKSPRES – Penutupan sementara aktivitas tambang di wilayah Parungpanjang, Rumpin, dan Cigudeg oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai berdampak pada sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Bogor.
Kekurangan pasokan material menyebabkan progres beberapa proyek strategis, termasuk pembangunan Masjid Raya Pakansari, terhambat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengakui kondisi tersebut mempengaruhi ritme pekerjaan di lapangan, karena banyak penyedia jasa konstruksi selama ini bergantung pada pasokan batu dan pasir dari dua wilayah tambang tersebut.
Baca Juga:Irjen Pol Rudi Setiawan Resmi Menyandang Gelar Doktor di UNAIRBuka Suara Isu OTT, Wawalkot Tegaskan hanya Sebagai Saksi
“Penyedia jasa menyampaikan ada kendala suplai material. Biasanya mereka ambil dari Rumpin atau Parungpanjang, tapi sekarang harus dari wilayah yang lebih jauh,” ujar Rudy, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, jarak distribusi yang lebih jauh menyebabkan biaya pengiriman meningkat dan waktu pekerjaan menjadi lebih lama. Meski demikian, Pemkab Bogor tetap meminta seluruh kontraktor untuk melanjutkan pekerjaan sesuai kontrak yang telah disepakati.
“Kerjakan dulu hingga batas waktu yang ditentukan. Kalau ada kendala administratif, laporkan dan lampirkan. Itu akan jadi bahan evaluasi Pemkab,” tegas Rudy.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Bogor tidak bisa serta-merta mengubah kontrak di tengah jalan. Segala bentuk penyesuaian, termasuk evaluasi terhadap biaya tambahan atau keterlambatan, baru akan dilakukan setelah masa kontrak berakhir.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bagian Hukum Pemkab. Setiap langkah yang diambil harus sesuai ketentuan perundangan. Selesaikan dulu kontraknya, nanti baru dievaluasi,” jelasnya.
Selain Masjid Raya Pakansari, beberapa proyek lain juga terdampak akibat kelangkaan material. Namun, pemerintah daerah tetap optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.
“Masjid Pakansari tetap kami dorong selesai akhir tahun ini. Ada kendala suplai material, tapi ini bagian dari risiko pekerjaan. Nanti akan kami evaluasi jelang akhir pengerjaan,” ungkap Rudy.
Baca Juga:Dugaan Penyalahgunaan Kewenangan di Lingkungan Pemkot, Wali Kota Bandung Buka Suara
Sementara itu, Pemprov Jawa Barat tengah mengkaji arah kebijakan penambangan di Rumpin dan Parungpanjang. Rudy menyebut, Gubernur Jawa Barat telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah titik tambang untuk mendukung suplai material bagi proyek strategis nasional dan daerah.
Salah satu tambang yang kembali dibuka berada di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, meski detailnya masih menunggu konfirmasi dari Pemprov Jabar.
